Puisi Angkatan 20-an (Angkatan Balai Pustaka): Mengeluh


MENGELUH

 

Bukanlah beta berpijak bunga,

melalui hidup menuju makam.

Setiap saat disimbur sukar

bermandi darah dicucurkan dendam

 

Menangis mata melihat makhluk,

berharta bukan berhakpun bukan.

Inilah nasib negeri anda,

memerah madu menguruskan badan.

 

Ba’mana beta bersuka cita,

ratapun rakyat riuhan gaduh,

membobos masuk menyapu kalbuku.

 

Ba’mana boleh berkata beta,

suara sebat sedanan rusuh,

menghimpit masah, gubahan cintaku.

 

II

 

Bilakah bumi bertabur bunga,

disebarkan tangan yang tiada terikat,

dipetik jari, yang lemah lembut,

ditanai sayap kemerdekaan rakyat?

 

Bilakah lawang bersinar Bebas,

ditinggalkan dera yang tiada berkata?

Bilakah susah yang beta benam,

dihembus angin kemerdekaan kita?

 

Disanalah baru bermohon beta,

supaya badanku berkubur bunga,

bunga bingkisan, suara syairku.

 

Disitulah baru bersuka beta,

pabila badanku bercerai nyawa,

sebab menjemput Manikam bangsaku.

 

Dari: Percikan Permenungan

Oleh: Rustam Effendi (Angkatan Balai Pustaka)

 

 

About these ads

7 responses to this post.

  1. Terimakasih atas web ini ..

    sungguh membantu..

    mencari karya sastra angkatan 1920 an sungguh sulit,,,
    jadi saran saya makin diperbanyak aja karya-karya sastra tahun 1920 an..

    biar ada perbedaan sama web yang lain yang hanya mengupload karya sastra jaman skrang.
    terimakasih…….

    Balas

  2. Kalau gak salah Rustam Effendi termasuk sastrawan Angkatan Pujangga Baru bukan Angkatan Balai Pustaka…..betul gak? CMIIW

    mohon pencerahan…..

    Balas

  3. Posted by thean on 21 Juni 2012 at 17:54

    bolehh mnta sekalian ma analisisnya gak???????????????

    Balas

  4. tambahhh lagi dong ama bografi pengrangnya , sangat di bthkn :(

    Balas

  5. terimakasih atas informasinya, tambahin analisisnya juga ya :-)

    Balas

  6. Posted by zayas farista on 4 Januari 2013 at 17:44

    puisinya bagussssssssssssssssssssssssssssssssssssss

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: