Posts Tagged ‘biografi’

SEKILAS TENTANG PRAMOEDYA ANANTA TOER, SANG MAESTRO, DIVA SASTRA INDONESIA

pram

PRAMOEDYA ANANTA TOER

Pramudya Ananta Toer, dilahirkan di Blora, 6 Februari 1925, meninggal di Jakarta, 29 April 2006, seorang maestro yang berkali-kali menjadi nominator Nobel Sastra, satu-satunya dari Indonesia, yang merupakan novelis Indonesia yang sangat terkemuka, hingga sekarang. Karya-karyanya pada masa ini banyak mengungkap pengalaman otentik perjuangan fisik melawan penjajah. Ia memang pernah mengangkat senjata untuk negeri ini dan berbulan-bulan disekap oleh pemerintah kolonial.

Ternyata tembok penjara benar-benar menjadi bagian dari hidupnya. Tahun 1966-1980 ia menjadi TAPOL Baca lebih lanjut

Iklan

Sekilas J. Iwan Simantupang

J. Iwan Simantupang

Kejutan lain tentu kita rasakan manakala kita menekuni novel-novel Iwan Simantupang. Novel-novel Iwan adalah novelisme, pengaruh pikiran-pikiran barat ( Nietshe, Albert Camas, Y.P. Sastra. Sikap radikal dan njlist menghadapi hidup, sikap jumawa menghadapi penderitaan dan keterasingan, sehingga tragedi pun terasa indah, diungkapkan sang novelis dalam bahasa yang pada, sugestif, efektif, ekspresif, dengan maju mundur dan meloncat-loncat.

Novel Iwan adalah novel keindahan tragedi. Tokoh utama novel-novel Iwam adalah orang-orang yang dipencundangi nasib celaka dan babak belur oleh gencatan kehidupan yang keras, namum mereka tidak memelangsai semua itu. Tokoh kita ciptaan Iwan adalah orang-orang yang tetap survive kendati tidak makan berminggu-minggu, sanggup melakukan hal-hal yang tidak umum, bisa secara mutlak menyertai prinsip hidup yang nyleneh. Ketaataan beribadah memang tidak nampak dalam perjalanan hidup tokoh-tokoh Iwan,- kecuali Maris pada penghujung novel Merahnya Merah yang menjadi biarawati itu – namum pengakuan keterbatasan manusia dihadapkan ALKhalikm tetap kita jumpai di sana. Di samping kediriaanya yang perkasa, tokoh-tokoh Iwan juga terbuka berbagai kelemahan.

Iwan memang tepat disebut sebagai masternya fiksi susastra absur Indonesia. Telah ia ciptakan sastra sebagai duna jungkir balik dan terror mental sebelum Budi Darma dan PutuWijaya melakukannya. Kehadirannya telah Baca lebih lanjut