Posts Tagged ‘Artikel’

Teknik Membaca Puisi

Ada banyak puisi pilihan  yang dikedepankan dari para siswa diharapkan bisa memanfaatkannya. Secara optimal  untuk aktivitas membaca estetis, sama dengan membaca apresiatif. Membaca estetis ini sangat mengolah unsur keindahan/estetika, dimanfaatkan untuk pembinaanapresiasi sastra, sama-sama memasuki ranahpsikomotorik, serta menggunakan objek kajian seluruh bentuk dan jenis karya sastra. . Bukan karya sastra  namun ditulis dalam bahasa yang indah dan menyentuh dengan isi yang elok-elok  seperti kitab suci, dan karya-karya filsafat, karya-karya renungan dan karya-karya psikologi, pendidikan, humaniora,bisa digunaka untuk aktivitas membaca , estetis dan  apresiatif.Bedanya membaca apresiatif dilaksanakan di dalam hati, sedangkan membaca estetis dilafalkan/disuarakan,biasanya dihadapan audiens.

Karena dihadapan audiens,membaca estetis hendaknya sangat memperhatikan faktor orang-orang yang mendangarkan pembacaan itu. Pembaca estetis karya sastra( puisi,cerpen, fragmen novel,teks drama, liris prosa )harus mengusahakan agar pembacaannya diterima bagi penyimak,cukup komunikatif. Ia bisa membacakan teks sastra secara hidup dan mempesona. Para penyimak ikut merasakan dan menikmati keindahan karya sastra yang disampaikan serta memahami kedalaman maknanya. Jadi, mereka bisa memperoleh sesuatu dari karya sastra berupa nilai-nilai etis dan estetis,pengalaman batin/khasanah spiritual,untaian  cerita yang elok-elok, hampir sama dengan yang didapatkan oleh pembaca atau dengan yang diperoleh apabila mereka membaca sendiri  karya sastra yang mereka simak itu.

Untuk itu, sang pembaca estetis harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

  1. Penghayatan, penjiwaan, pemahaman,  atas teks yang dibacanya.
  2. Pemvokalan yang jelas dan fasih, lancar, tidak salah baca, tidak tersendat-sendat.
  3. Lagu pengucapan kalimat/ baris-baris puisi atau intonasi dan penjedaan yang tepat. Intonasi meliputi kuat lemahnya tekanan, tinggi rendahnya nada, cepat lambatnya tempo. Penjedaan adalah pemenggalan dan pengelompokan kata berdasarkan aspek pemaknaan.
  4. Karena acap dalam pentas, maka membaca estetis juga memperhatiakn aspek penampilan yang etis namun menarik, tenang penuh konsentrasi, sangat mendukung isi materi puisi yang dibacakan.
Iklan

Segi-Segi Negatif Kencongkakan Intelektual

Ada yang merasa, kencongkakan intelektual hanyalah masalah pribadi,hak asasi yang tidak boleh diintervensi . Tapi benarkan demikian. Padahal kalau dicermati, segi-segi negatif berikut dapat ditemukan:

1.   Dalam kesenyangan keehidupan intelektul dengan masyarakat. Dalam prakteknya , ilmuwan perlu hidup bermasyarakat.Mereka tidak bisa dipisahkan dari masyarakat yang melahirkannya.Dalam mencapai tingkat yang tinggi, ia tak mungkin langsung melompat.Dilewatinya tahapan-tahapan yang sangat mungkin daritingkat paling rendah.

2.. Putusnya kerja sama sosial. Dipasangnya jarak yang sangat jauh dengan masyarakat mengakibatkan putusnya komunikasi mereka.Ia pun kehilangan simpati dan dukungan masyarakat.

3.   Putusnya komunikasi Ilahiah.Pengkultusan sains dan teknologi,membuat orang memasabodohkan bahkan memunafikkan Tuhan. Segalanya diukur dengan otak dan dari demensi dumiawi,kecongkakan intelektual pun dari sikap memasabodohkan Tuhan .

4.   Berbuat tanpa kendali. Bertolak dari kecongkakan intelektual orang tak lagi memperhitungkan nilai-nilai, kemanusian, apalagi ketuhanan. .Perang, eksploitasi ekonomi,kapitalisme penghancuran sumber daya alam,dan lingkungan hidup tertentu, penjajahan ideologi, peracunan moral generasi muda bangsa lain, acap berangkat dari kecongkakan intelektul. Bertindak brutal destruktif dan tidak manusiawi bukan masalah , asal diri dab negeri sendiri jaya.