Archive for Juni, 2011

PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA

PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA

*) Penting untuk dicatat: tulisan ini dikutip dari ensiklopedia bebas wikipediaIndonesia. Apabila akan menjadikannya sebagai referensi, harap merujuk sumber asli sebagaimana ditulis di bagian akhir tulisan ini.

Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di Brunei, namun karena penuturnya sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi MABBIM.

Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi Riau dan sekitarnya adalah bahasa Melayu Standar (atau bahasa Melayu Tinggi, bahasa Melayu Piawai). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai.

Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Iklan

Kebahasaan: Resensi Buku Kumpulan Cerpen

Resensi Buku Kumpulan Cerpen

Menjelaskan isi buku kumpulan cerpen berdasarkan kelebihan dan kekurangannya  dengan alasan.

Salah satu jenis menulis adalah menulis karya-karya resensi.  Resensi bisa ditujukan pada buku-buku fiksi dan non-fiksi. Terhadap buku-buku fiksi resensi bisa diterapkan pada buku kumpulan cerpen.

Karya resensi kebanyakan dimuat  di media masa cetak. Oleh karena itu,   harus memperhatikan  aktualitas buku-buku yang diresensi. Kebanyakan tahun terbit  buku yang diresensi sama dengan saat penulisan karya resensi. Paling jauh setahun sebelumnya.

Resensi buku dimulai dengan penulisan identitas buku yang terdiri dari;

  1. judul buku
  2. nama pengarang
  3. nama penerbit dan kota penerbitan
  4. tahun terbit
  5. jumlah halaman buku

Resensi membahas secara singkat  isi buku, mempunyai gambarab secara menyeluruh apa yang terdapat dalam  bukub yang di resensi. Jika yang diresensi kumpulan cerpen diuraikan  :

  1. Berapa dan cerpen apa saja yang dimuat dalam kumpulan cerpen tersebut.
  2. Tema sentral/utama cerpen-cerpen tersebut atau tema masing-masing cerpen.
  3. Kelebihan dan kekurangan buku kumpulan cerpen yang diresensi.

Dalam menyampaikan kelebihan dan kekurangan buku yang diresensi,penulis resensi hendaknya  mampu menyampaikan alasan-alasan rasional tentang kelebihan dan kekurangan tersebut, menyangkut soal isi buku , teknik, penyajian, ti[pografi/ perwajahan buku.   .
.

Contoh resensi buku 

PEREMPUAN YANG MENYIHIR    

Buku                 : Sihir Perempuan

Penulis              : Intan Paramadhita

Penerbit           : Kata kita .Jakarta.

Cetakan            :  Pertama,Mei 2005

Tebal                 : 150 halaman

Sejumah cerpen yang dimuat di beberapa koran  muncul hasil karya perempuan  muda. Satu persatu dari mereka  mulai menerbitkannya menjadi buku.  Setahun silam nama LindaChistantidengan buku kumpulan cerpennya  Kuda Terbang Maria Pinto  menjadi momentum terpenting bagi generasi penulis perempuan muda seangkatannya saat didaulat terbaik di ajang Khatulistiwa Award. 

Menyebut beberapa contoh lain,kemunculan nama Jenar Maesa Ayu,  Yetti A.KA, Dina Oktaviani, Ucu Agustin, Nukila Akmaladalah yang berupaya menyeruak belantara sastra cerpen yang gersang  dengan karya-karya penulis perempuan muda. Satu lagi diantaranya adalah Intan Paramadhita yang baru saja melepas buku kumpulan cerpen yang berjudul :Sihir perempuan. Dari pemilihan judul buku, judul-judul cerpen dan terutama tema yang diangkat penulisnya, adalah seputar kisah dunia gaib, pekat ceritera horor dan sejenisnya. Ia mengimgatkan kembali pada posisi dan keberadaan perempuan adi-manusiayang telah masyur dalam tradisi,semacam nenek sihir, kuntilanak, mak lampir,sundel bolong,Nyi Blorong ,hinggaRatuPantaiSelatan.

Mengutip komentar promosial di balakang buku, perempuan itu bisa menjadi apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik……..Lalu mengapa penulisnya justru berkisah tentang sisi lain seorang perempuan,sebuah dunia di sudut lain, di mana ia mengangkat sisi kelam kehidupannya. Dalam cerpennya bisa terlacak kisah-kisah perempuan pembunuh ( cepen Mak Ipak dan Bunga-bunga), Stigma janda penggoda (  cerpen Pemintal Kegelapan).  Tindakan aborsi ( cerpen Jeritan Dalam Botol),  dan lain-lain.

Buku setebal 150 halaman ini, bukan semata-mata menyodorkan kisah-kisah horor, yang menegangkan dan menghibur.  Cerpen yang mempunyai keterbatasan ruang, itu digunakan penulisnya untuk melancarkan “ permainan halus”-nya dalam tema-tema  cerita “dunia kelam “ seorang perempuan. Ia dijadikan medium untuk melihat kembali dunia perempuan dengan segala aspeknya.  Sebagai perempuan,penulis merangkum segala persoalan yang dialami perempuan dari sudut pandang perempuan. Meski tidak semua tokoh utamanya adalah perempuan, kita akan merasakan kelihaian penulisnyamenjungkirbalikkan kisah perempuan dalam dongeng Cinderela ( (cerpen Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari ) ,Super Woman (cerpen Mobil Jenazah). Karyawati yang baik (cerpen  Vampir dan cerpen  Darah), atau menjadi anak perempuan yang berbakti pada ayahnya (cerpen Pintu Merah ).Cerpen bagi Intan adalah sebuahtanya yang menanti jawab para pembacanya dalam pertaruhan  peta nasib dan  kisah seorang perempuan .

Puisi: Durjana itu bernama Aku dan Kalian

durjana itu bernama aku dan kalian

oleh danriris KS

Runtuh sudah benteng percayaku

Dihempas badai kemunafikan yang menggempur hebat

Disamping berdiri deretan pura-pura

Tepat dimuka berteriak mulut durjana

Hancur sudah beton percayaku

Tak kunyana sumpah itu hanya uapan kerbau

Ah…kasihan kerbau, kerbau saja masih berlaku jujur pada majikannya

bukan, bukan kerbau

aku kira itu umpatan babi…

ah tidak, babi saja masih mengakui jika dirinya kotor dan bernajis

jengah rasanya ditengah kepura-puraan

melarutkan ambisi idealis jiwa dulu kala

lelah bercerita dengan para binatang melata

yang telah bermutasi menjadi mamalia berkaki dua tapi tak ada akalnya

muntah sudah mulutku yang kian berbusa

busa yang terus menjadi dusta

di sisa kejujuran yang makin tiada

Puisi: Jika ini yang terakhir, aku terima

Jika ini yang terakhir, aku terima

oleh: danriris ks (juni 2011)

mengingat rasa indah lalu, sudah aku terima

mengenang sakit di kalbu, kerap aku terima

jika masih kau derakan, masih aku terima

andai pun masih hendak kau cambukkan, biarlah aku terima

aku terima apa adanya….

tangis yang tak lagi berair, kerap aku berikan

tawa yang bercampur perih, telah lama aku berikan

senyum manis yang tinggal diujung, habis aku berikan

habis sudah hanya untuk menggapai kasih darimu

kini,…

yang ku tahu, aku terima pun ku berikan

cambuk pedih, aku terima, yang kerap kau berikan

andai itu wujud  kata perpisahan

biarlah menjadi akhir, akan ikhlas kuterima….