Archive for Mei, 2011

Puisi: Semoga Esok Masih Manusia

Semoga Esok Masih Manusia

Danriris KS (28 Mei 11)

 

Kawan, hari ini langit masih berwarna biru

Menandakan aku masih memiliki waktu

Mengucap sesal ataupun kesal

 

Esok kuharap hujan masih berupa air

Agar mampu ku berujar

ungkap rasa benci dan dendam yang berpijar

 

semoga engkau masih menemukanku serupa dengan manusia

agar dapat mendekap erat melepas rindu menggebu

 

tapi kawan,

ku takut esok tak lagi membuat kita bersahabat

ku jeri langit lusa jadikan kita saling binasa

karena sedetik lalu aku mendengar bisikan angin

berkata dengan sedikit terbata

……………

“Waktu telah lelah melihat manusia saling menghina!”

Puisi: Nak, Trotoar Dibongkar Saat Fajar

Nak, Trotoar Dibongkar Saat Fajar

Oleh: Danriris KS (27 Mei 2011)

Dengan sisa kaki masa lalu

Ibu melangkah meretas jalan menembus kabut

Seperti pagi lalu

Tak banyak kenyang terkumpul bukan alasan untuk surut

Engkau masih terlelap saat ibu menggulungkan ujung selimut

Setengah diseret langkah nafas terengah

Gendongan yang isinya kian habis dimakan tak laku

Ibu  tetap bertekad menembus embun pagi itu

Anakku,

Engkau masih terlelap saat langkah ibu terhenti

Terantuk jaman yang tak lagi mau mengerti

Isi gendongan ibu yang kian habis dimakan tak laku

Gelap masih menyelubungi mata

Saat kaki ibu kehilangan asa, meregang harapan dimakan jaman

Yang tak lagi mau mengerti

Isi gendongan ibu yang seharusnya laku untuk membuatmu kenyang

Anakku,

Saat fajar itu

Ketika matahari pun masih malu-malu

Waktu kabut masih menyelimuti harapan ibumu

Trotoar telah dibongkar

Membongkar sisa harapan

Tentang isi gendongan ibu yang kian habis dimakan tak laku