Archive for Mei, 2010

PUISI: AKU CINTA SEKALIGUS BENCI

AKU CINTA SEKALIGUS BENCI

Mei 2010

Aku mencintaimu karena kau titisan srikandi

tergila-gila  karena kau bagai sinta

takkan mampu lepas darimu sebab engkau telah menjeratku bagai candu

aku mencintaimu karena kau tak ubah seperti dewi

mengikat erat leher para dewa

aku tergila-gila padamu sebab engkau mirip rara jongrang

hilangkan akal lelaki demi sang pujaan

tapi kubenci dirimu karena cintaku

terlalu cinta hingga cela tak mampu ku raba

bahkan duri tak sanggup kuhindari

aku bahkan membenci sepenuh hati

sebagaimana ku cinta dengan sepenuh jiwa

aku benci saat kau ucap tentang indahnya mentari

aku cinta saat kau cakap tentang teduhnya purnama

aku benci kau saat bercerita tentang permata

aku cinta sepenuh jiwa saat kau beri teduh dalam hati

Iklan

TATA BAHASA: IMBUHAN MeN-

Sistematika pengajaran imbuhan meN

Sistematika pengajaran imbuhan meN(kan/i) harus dimulai dengan penguasaan proses morfofonemik imbuhan ini. Hal ini meliputi pengajaran proses nasalisasi yang berkaitan dengan bunyi pertama pada kata dasar (KD) yang mendapatkan imbuhan ini. Proses nasalisasi ini dapat dirangkum sebagai berikut. Baca lebih lanjut

PUISI: DALAM DENDAMKU

dALAM dENDAMKU

Mei 2010

Dalam keringnya ilalang aku memelas

di antara rontoknya daun kemuning aku memohon

ketika aku gelap dan terhempas

mengiringi lenyapnya cahaya surya di ufuk barat

ketika aku tersenyap dan tak seimbang

menghampiri dunia yang limbung oleh bayangan

wahai durjana yang tak kenal belas kasihan

kenapa kau hancurkan diriku

menyiksa batin dalam sadarmu

aku rapuh seperti seresah berserakan tak ada daya

kenapa kau nodai segala suciku

duhai durjana penyiksa jiwa

mengapa hanya kau ambil putihnya raga

dan kau sisakan hitamnya jelaga

untuk sisa napasku….

PUISI: CINTA TAK BERBEKAS

CINTA TAK BERBEKAS

rasanya baru kemarin aku ucapkan cinta

baru saja sayang meluncur dari bibirku

sedetik lalu aku mencumbu kasih padamu

engkau berlalu dari wajahku

menghilang dari pikirku

padahal semenit lalu aku mendekap hatimu

tak lepas erat ku pegang sanubari birumu

rasanya lenyap tak berbekas

lepas…..

menghilang terbang semua sayang

rasanya baru kemarin ku dekap cinta, sayang, kasih dari hatimu

tapi kini lenyap seperti anai-anai yang diterbangkan api