Posts Tagged ‘Roman’

SASTRA: TENTANG EPIK DAN ROMAN

EPIK

Epik adalah cara menyampaikan suatu kejadian atau keadaan yang disajikan dalam uraian yang objektif [Simorangkir, 1953].  Artinya dalam menyampaikan suatu epic, perasaan dan pendapat sang penulis dinafikan, sehingga yang disampaikan adalah kejadian yang sebenarnya.

Pada epic, yang menjadi objek adalah kejadian atau peristiwa seperti yang kita jumpai pada Mahabharata, Ramayana, serta Ilias dan Aeneis. Ketika membaca epic, kita seolah-olah dibawa ke jaman lampau dan perasaan itu diperkuat dengan gaya bahasa  dan lukisan-lukisan peristiwa yang dialirkan dengan kata-kata yang begitu indah. Contoh epic dalam kesusateraan Indonesia adalah epic “Hang Tuah” yang ditulis oleh Amir Hamzah.

ROMAN

Kata roman berasal dari kata Romaan yang artinya cerita dalam bahasa romawi. Bahasa ini yang kemudian digunakan untuk membedakan antara cerita dan tulisan ilmiah yang biasa ditulis dalam bahasa latin.

Roman adalah sebuah karya sastra yang mendobrak tradisi dan kebiasaan yang berkembang pada jaman awal perkembangannya, yaitu ketika karya sastra saat itu identik dengan cerita tentang rajaraja dan kehidupan di istana. Roman seolah memberikan harapan dan cara pandang baru bagi para sastrawan  untuk menyampaikan karyanya tanpa takut dengan kekangan adat istiadat.

Beberapa contoh roman:

  1. Roman Biasa

Roman jenis ini mirip dengan dongeng lama dengan gaya bahasa baru. Menceritakan tentang kisah kehidupan dan peristiwa biasa.

2. Roman Sejarah

    a. Hulubalangraja [1934] karya Nur Sutan Iskandar

    b. Pangeran Kornel karya Memed Sastraprawira. Bercerita tentang bupati Sumedang pada jaman Deandels.

    c. Surapati karya Abdul Moeis. Bercerita tentang budak berlian yang gagah berani.

    3. Roman bertujuan [Tendens]

      a. Azab dan Sengsara [1921] karya Merari Siregar. Bercerita tentang adat kawin paksa di Tapanuli.

      b. Siti Nurbaya [1922] karya Marah Rusli. Mengkritik adat minang pada saat itu.

      c. Salah Asuhan [1928] karya Abdoel  Moeis. Bercerita tentang Hanafi yang sok kebarat-baratan yang kebablasan.

      4. Roman Jiwa

        Biasanya Roman jenis ini bercerita tentang pergolakan jiwa/batin tokohnya.

        a. Katak hendak jadi Lembu karya Nur Sutan Iskandar

        b. Atheis karya Achdiat K. Miharja

        c. Radio Masyarakat karya Rosihan Anwar

        5. Roman Kemasyarakatan

          Bercerita tentang kehidupan social.

          a. Dian Yang Tak Kunjung Padam karya STA

          b. Belenggu karya Armijn Pane

          Ikuti

          Get every new post delivered to your Inbox.

          Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.