<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Danriris Bahasa Indonesia</title>
	<atom:link href="http://danririsbastind.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danririsbastind.wordpress.com</link>
	<description>Bangga Berbahasa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 06:34:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='danririsbastind.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a65a22abc5ef080c832cdc4c10ad98b0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Blog Danriris Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://danririsbastind.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Danriris Bahasa Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://danririsbastind.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Analisis Sastra: Struktur Fisik Puisi Indonesia Periode 70 hingga 80-an</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/12/09/analisis-sastra-struktur-fisik-puisi-indonesia-periode-70-hingga-80-an/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/12/09/analisis-sastra-struktur-fisik-puisi-indonesia-periode-70-hingga-80-an/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 09:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Dibandingkan dengan puisi-puisi Periode ’66 dan sebelumnya, puisi-puisi Indonesia dekade 70 hingga 80-an ini memiliki struktur lahir yang sangat beraneka ragam. Di samping bentuk-bentuk yang masih punya keterikatan kuat dengan konvensi penulisan puisi yang telah ada, di sini kita jumpai juga bentuk-bentuk yang lain, yang setengah konvensional dan inkonvensional. Segala bentuk tipografis dan pencapaian wawasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=397&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibandingkan dengan puisi-puisi Periode ’66 dan sebelumnya, puisi-puisi Indonesia dekade 70 hingga 80-an ini memiliki struktur lahir yang sangat beraneka ragam. Di samping bentuk-bentuk yang masih punya keterikatan kuat dengan konvensi penulisan puisi yang telah ada, di sini kita jumpai juga bentuk-bentuk yang lain, yang setengah konvensional dan inkonvensional. Segala bentuk tipografis dan pencapaian wawasan estetik baru dicobaterapkan di sini. Pada periode ini, unsur-unsur seni rupa ikut mewarnai bentuk-bentuk sanjak yang ada yang sebetulnya telah dirintis oleh para penyair dekade 70-an, mengisyaratkan kepada kita bahwa kekuatan struktur puisi mutakhir tidak semata-mata pada kata.</p>
<p>Perbandingan antara bentuk-bentuk puisi yang konvensional dengan yang di luar konvensi boleh dikatakan imbang. Kecenderungan berbeda dengan yang konvensional memang ada. Penciptaan karya sastra bukanlah semata persoalan bentuk tata wajah. Itu tidak lagi mengacu pada konvensi penulisan yang ada, tetapi lebih merupakan <span id="more-397"></span>perjuangan sang penyair mengedepankan nilai-nilai estetik baru. Oleh karena itu, struktur lahir yang konvensional masih tetap digunakan oleh para penyair periode ini ketika mereka berkarya.</p>
<p>Secara global, kita bisa membagi struktur lahir puisi Indonesia dekade 70 hingga 80-an atas tiga jenis, yakni puisi berstruktur fisik konvensional, puisi berstruktur lahir semikonvensional, puisi berstruktur lahir inkonvensional. Masing-masing bisa dirinci sebenarnya. Akan tetapi, mengingat keterbatasan segalanya, rincian itu terutama lebih difokuskan pada jenis yang ketiga.</p>
<p>Demikianlah, maka secara agak lengkap, struktur lahir puisi Indonesia mutakhir, bisa kita urai sebagai demikian.</p>
<p><strong>PuisiKonvensional</strong></p>
<p>Puisi yang menggunakan struktur lahir demikian, memiliki berpuluh baris yang dibagi dalam beberapa bait. Larik-larik dalam bait itu ditulis selalu dari tepi, terdiri atas beberapa kata yang ditata secara harmonis. Dalam pembarisan dan pembaitan itu selalu kita temukan keserasian, persamaan bunyi yang menciptakan kemerduan dan persajakan. Pendiksian yang dilakukan penyair cenderung mengacu pada makna konvensional.</p>
<p>Contoh puisi jenis ini bisa kita baca antara lain pada buku kumpulan puisi <em>Tanda</em> karya Heru Emka, <em>Catatan Suasana</em> oleh Slamet Sukirnanto, <em>Bulan Tertusuk Lalang</em> oleh D. Zawawi Imron, <em>Para Penziarah</em> oleh Soni Farid Maulana, serta sanjak-sanjak lepas karya Nirwan Dewanto, Dorothea Rosa Herliani, Acep Zamzam Noor, Leon Agusta (<em>Burung, Bisikan di Pengasingan, Kita Muliakan Para Fakir, Ulang Tahun, Nyanyian Buat Salju</em>) dan lain-lain.</p>
<p><strong>Semi Konvensional</strong></p>
<p>Di sini juga kita jumpai adanya judul, persanjakan, pembarisan, pembaitan. Akan tetapi, penataan baris-barisnya tidak selalu dimulai dari tepi. Baris-baris tertentu ditulis lebih ke kanan, kata-kata yang seharusnya berderet dalam satu baris dibuat beberapa baris, tetapi dengan jalan disusun vertikal ke kanan. Kadang-kadang satu baris hanya diisi dengan satu kata, yang mengingatkan kita pada <em>1943</em> karya Chairil. Terkadang ada perhentian di tengah baris, lalu kata berikutnya dimulai dengan huruf kapital, membentuk frasa dengan baris berikutnya tanpa menghabiskan baris itu, yang mengasosiasikan kita pada<em> Senja di Pelabuhan Kecil </em>karya Chairil.</p>
<p>Kadang-kadang semua kata di dalam sanjak itu ditulis dengan huruf kecil dan seluruhnya hanya dituang dalam satu bait. Pada prinsipnya, struktur sanjak jenis ini dalam banyak hal masih konvensional, tetapi dalam hal-hal tertentu sudah meninggalkan konvensi. Contohnya bisa kita baca pada <em>Cita-cita Simbok bagi Indonesia</em> oleh Nurdien Haka, <em>Wajah Kita</em> oleh Hamid Jabbar, sanjak-sanjak Abrar Yusra, H.S. Justatap, Anis Saleh Baashin, Hamdy Salad, Linus Suryadi, Emha Ainun Najib, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Puisi yang Prosais dan seperti Paragraf</strong></p>
<p>Puisi jenis ini tidak dibuat atas larik-larik yang membentuk bait, tetapi atas kalimat-kalimat yang membentuk paragraf. Hanya, dibandingkan dengan kalimat-kalimat prosa, ia jauh lebih padat dan lebih puitis,  serta makna yang ditampilkan kebanyakan simbolik. Contoh konkretnya bisa kita jumpai dalam buku: <em>Perahu Kertas </em>karya Sapardi Joko Damono, sanjak-sanjak Afrizal Malna berjudul <em>Asia</em>, <em>Dunia yang Bercintaan, Alang-alang di Pinggir Jalan, Hujan Pagi Hari</em>, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Puisi</strong><strong> Simetris</strong><strong></strong></p>
<p>Pembarisan sanjak yang dimaksud tidak dimulai dari tepi yang sama, tetapi dari bagian yang berbeda pada tiap barisnya, tergantung pada panjang pendeknya baris itu. Setiap baris dibuat berada di tengah, sehingga kalau baris-baris itu kita bagi secara vertikal, akan kita temukan kenyataan bahwa bagian sebelah kiri sama dengan bagian sebelah kanan. Contoh: kumpulan puisi <em>99 untuk Tuhanku</em> karya Emha Ainun Najib, karya-karya Ibrahim Sattah berjudul <em>Jejak, Sembilu</em>, <em>Wa Wa, Kau, Hai Ti, Sebab, Sansauna, Kaki, Perahu,</em> dan lain-lain.</p>
<p><strong>Kata yang Membentuk Lukisan</strong></p>
<p>Lukisan tertentu tersebut lukisan apa, itulah yang perlu kita tafsirkan. Dari sana, kita lalu berusaha menafsirkan maknanya. Ada yang berbentuk tanda tanya, lingkaran, piramid, pohon terang, jalan zigzag, pohon beringin, bunga, dan seterusnya. Kadang-kadang ia begitu konkret sehingga dinamakan puisi konkret. Ia pun sebenarnya tidak salah jika disebut sebagai lukisan. Contoh:<em> Viva Pancasila </em>oleh Jeihan Suksmantoro, <em>Keluarga Hadiah Puisi DKJ tahun 76 – 77</em> oleh Ikranegara, <em>Tragedi Winka dan Sihka,  Q</em> oleh Sutarji C.B.</p>
<p><strong>Judul</strong><strong> Puisi Sangat Panjang</strong><strong></strong></p>
<p>Padahal puisi yang dijudulinya termasuk pendek.  Adakesan, ini tidak imbang, tetapi persoalannya bukanlah masalah imbang dan tidak imbang. Di sini pun sebenarnya kita bisa menemukan citraan-citraan baru. Contoh: sanjak-sanjak Adri Darmaji Woko berjudul <em>Cerita tentang Bapak Tua yang Meninggal Dunia di Pagi Tadi Disampaikan oleh Seorang Teman yang Katanya Mau Jadi Penyair;</em> <em>Uah, Uah, Seekor Angsa Berenang dalam Kolam, Sunyi Telah Menaboki Batok Kepalanya, Makanya Angsa itu Perlu Mencelupkan Kepalanya ke dalam Air;</em> <em>Aku Mendengar Suara Sisir Dimainkan Pelan-pelan, Justru di Saat itu Aku Percaya dengan Pasti Engkau Sedang Tidur</em>, dan lain-lain, juga karya-karya Hendrawan Nadesul <em>Akan Jadi Bagaimana Nasib Anak-anakku Kalau Nanti Juga Hanya Ada Semangkok Bubur Jagung untuknya, seperti Pagi ini Aku Tengah Mengunyahnya</em>” dan <em>Seperti Kulihat Boneka Kakakku Dahulu Ketika Seseorang Ramah di Hadapanku </em>.</p>
<p><strong>Puisi dengan Bahasa Multilingual </strong></p>
<p>Secara resmi, puisi-puisi disebut puisi Indonesia, namun ternyata kosakata yang digunakan terdiri atas berbagai bahasa. Contoh: karya-karya Darmanto Jatman berjudul <em>Main Cinta Model Kwang Wung, Marto Klungsu dari Leiden, Anak, Ki Blakasuta Bla Bla.</em></p>
<p><strong>Puisi dengan Kata Main-main</strong></p>
<p>Disini penyair menggunakan kata secara seenaknya, spontan, sehingga yang muncul adalah kata-kata yang terasa binal, kotor, lucu atau aneh. Penyair yang menulis sanjak-sanjak demikian tidak mengakui adanya moral kata. Contoh: <em>Biarin</em> karya Yudhistira Ardi Noegraha, <em>Pot, Sang Hai</em> karya Sutarji C.B., bagian tertentu dari <em>Pengakuan Pariyem</em> karya Linus Suryadi A.G., kumpulan puisi <em>Sumpah WTS</em>, dan <em>Catatan Harian Sang Koruptor</em> karya F. Rahardi.</p>
<p><strong>Puisi Berbentuk Bujur Sangkar dan Segi Delapan</strong></p>
<p>Beberapa sanjak karya Afrizal Malna dan Sutarji C.B. mengacu pada bentuk ini.Juga sanjak-sanjak Dasri Al Mubarri dan Ibrahim Sattah.</p>
<p><strong>Puisi</strong><strong> Pendek Seperti</strong><strong> Haiku</strong></p>
<p>Puisi yang sangat hemat dalam penggunaan kata disebut Haiku. Contohnya: <em>Harapan</em> dan <em>Pertemuan </em>karyaLeonAgusta, beberapa nomor karya Yudhistira,HendrawanNadesul,JawahirMuhammad. .</p>
<p><strong>Puisi dengan Pemenggalan Suku Kata</strong></p>
<p>Kata-kata dipenggal atau suku katanya secara sengaja, sedangkan penggalan lanjutan diletakkan pada baris berikutnya.</p>
<p><strong>Puisi dengan Penyebaran Kata Secara Bebas</strong></p>
<p>Kata-kata seolah ditabur secara bebas, tanpa judul, tanpa pembarisan dan pembaitan. Sutarji C.B. pernah menulis puisi yang demikian.</p>
<p><strong>Puisi dengan Kata-kata Purba</strong></p>
<p>Menggunakan kata-kata yang mengesankan kepurbaan dan tidak ditemukan dalam kamus bahasa Indonesia. Dalam bahasa non Indonesiapun, belum tentu ada juga. Sangat mungkin, kata atau morfem-morfem tersebut adalah ciptaan sang penyair sendiri, yang maknanya, seharusnyalah diketahui secara pasti oleh penyair bersangkutan. Contoh: puisi karya Sides Sudarto Ds. berjudul <em>Puisi Zaman Bahari Girisa</em> serta <em>Amuk </em>karya Sutarji khusus yang termuat pada hal. 68 buku <em>O Amuk Kapak.</em></p>
<p><strong>Puisi</strong><strong> Berbentuk</strong><strong> Mantra</strong></p>
<p>Puisi mantra mengandunggayadan jiwa kemantraan yang kelewat kental. Sebagian besar puisi karya Sutarji dan sebagian besar puisi karyaIbrahimSattahbisa dimasukkan ke dalam jenis puisi ini.</p>
<p><strong>Puisi dengan Simbolisme Personal</strong></p>
<p>Menggunakan simbolisme yang kelewat personal artinya pilihan kata-katanya sangat dipengaruhi oleh persepsi dan imajinasi pribadi, sehingga bagi orang lain, kata-kata itu sulit ditafsirkan maknanya. Contoh: sanjak-sanjak Afrizal Malna dalam buku <em>Abad yang Berlari, Kalung dari  Teman</em>, puisi-puisi lepas karya D. Zawawi Imron, Leon Agusta, Kriapur,  Dorothea Rosa Herliany, Ajamuddin Tifani, Ahmad Nurullah, Mathori A. Elwa, Acep Zamzam Noor, Soni Farid Maulana.</p>
<p><strong>Puisi</strong><strong> Berbentuk Balada</strong><strong></strong></p>
<p>Balada atau sanjak biasa yang bergaya balada banyak ditulis karena ada cerita, penokohan, setting, dan plottingnya. Ini sekaligus membuktikan bahwa dalam sastra Indonesia, penyair balada tidaklah hanya Rendra, Mansur Samin, Ayip Rosidi. Ikranegara menulis puisi sepanjang 45 halaman berjudul <em>Kasidah Adam Khalifah</em>, Linus Suryadi menulis <em>Pengakuan Pariyem</em> lebih 200 halaman. Contoh lain: <em>Lelaki yang Sangsai</em> karya Syafrial Arifin, <em>Ken Arok</em> oleh Andrik Purwasita, <em>Lautan Jilbab</em> karya Emha Ainun Najib yang divisualisasikan itu (digubah menjadi karya teater).</p>
<p>Adanya struktur fisik yang bermacam-macam itu, pada gilirannya akan membuat pembaca tidak merasa jenuh. Kita merasa disuguhi sesuatu yang segar, menarik, kreatif. Dengan tipografi, pilihan idiom dan aspek bunyi yang kaya itu, maka suasana, makna, wawasan estetik, dan interpretasi yang diketengahkan lebih luas pula.</p>
<p>Bibliografi:</p>
<p>Yant Mujiyantono. 2006. Ikhtisar Sejarah Sastra</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=397&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/12/09/analisis-sastra-struktur-fisik-puisi-indonesia-periode-70-hingga-80-an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi: Surat Terakhir Sang Dewa</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/10/07/puisi-surat-terakhir-sang-dewa/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/10/07/puisi-surat-terakhir-sang-dewa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 07:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[surat terakhir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[SURAT  TERAKHIR SANG DEWA Oleh: Danriris KS &#160; Waktu telah menunjukkan jam delapan Kala ku berbisik di telingamu “aku akan pergi…, menembus gelap yang melambai-lambai!” Lirih…. &#160; Kau hanya tersenyum getir Mirip yang kulihat ketika ku bercerita Tentang mimpi membangun bahtera mewah Di tengah hidup kita yang terengah-engah &#160; Aku melangkah melepas dekapan sore tadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=394&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURAT  TERAKHIR SANG DEWA</p>
<p>Oleh: Danriris KS</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Waktu telah menunjukkan jam delapan</p>
<p>Kala ku berbisik di telingamu</p>
<p>“aku akan pergi…, menembus gelap yang melambai-lambai!”</p>
<p>Lirih….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kau hanya tersenyum getir</p>
<p>Mirip yang kulihat ketika ku bercerita</p>
<p>Tentang mimpi membangun bahtera mewah</p>
<p>Di tengah hidup kita yang terengah-engah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku melangkah melepas dekapan sore tadi</p>
<p>Berat tangan ini membuka</p>
<p>Tapi tubuh kian melayang</p>
<p>Dan senyum getirmu kian mengembang</p>
<p>Dihiasi buliran permata beruntai di sudut jendela</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak banyak yang kuharap dewiku…</p>
<p>Hanya doa agar gelap malam tak memakan putihku</p>
<p>Menghilangkan bekal yang tak seberapa</p>
<p>Semoga angin malam tak membawa nyawaku dalam sesatnya alam semesta</p>
<p>Kuharap cahaya yang setitik itu menuntunku</p>
<p>Menghadap Dia yang telah memanggilku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=394&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/10/07/puisi-surat-terakhir-sang-dewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Angkatan 20-an (Angkatan Balai Pustaka): Mengeluh</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/22/puisi-angkatan-20-an-angkatan-balai-pustaka-mengeluh/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/22/puisi-angkatan-20-an-angkatan-balai-pustaka-mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 13:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Angkatan 20]]></category>
		<category><![CDATA[R. Effendi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[MENGELUH &#160; Bukanlah beta berpijak bunga, melalui hidup menuju makam. Setiap saat disimbur sukar bermandi darah dicucurkan dendam &#160; Menangis mata melihat makhluk, berharta bukan berhakpun bukan. Inilah nasib negeri anda, memerah madu menguruskan badan. &#160; Ba’mana beta bersuka cita, ratapun rakyat riuhan gaduh, membobos masuk menyapu kalbuku. &#160; Ba’mana boleh berkata beta, suara sebat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=391&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">MENGELUH</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Bukanlah beta berpijak bunga,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">melalui hidup menuju makam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Setiap saat disimbur sukar</span></p>
<p><span style="color:#000000;">bermandi darah dicucurkan dendam</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Menangis mata melihat makhluk,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">berharta bukan berhakpun bukan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Inilah nasib negeri anda,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">memerah madu menguruskan badan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Ba’mana beta bersuka cita,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">ratapun rakyat riuhan gaduh,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">membobos masuk menyapu kalbuku.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Ba’mana boleh berkata beta,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">suara sebat sedanan rusuh,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">menghimpit masah, gubahan cintaku.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">II</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Bilakah bumi bertabur bunga,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">disebarkan tangan yang tiada terikat,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">dipetik jari, yang lemah lembut,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">ditanai sayap kemerdekaan rakyat?</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Bilakah lawang bersinar Bebas,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">ditinggalkan dera yang tiada berkata?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bilakah susah yang beta benam,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">dihembus angin kemerdekaan kita?</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Disanalah baru bermohon beta,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">supaya badanku berkubur bunga,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">bunga bingkisan, suara syairku.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">Disitulah baru bersuka beta,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">pabila badanku bercerai nyawa,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">sebab menjemput Manikam bangsaku.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Dari: Percikan Permenungan</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Oleh: Rustam Effendi (Angkatan Balai Pustaka)</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=391&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/22/puisi-angkatan-20-an-angkatan-balai-pustaka-mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seri Kesusastraan Indonesia: Syair</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/05/syair/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/05/syair/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 00:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Satra]]></category>
		<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Selalu menarik ketika kita membahas perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Membaca pantun, mempelajati talibun, gurindam, ataupun puisi baru, seolah kita mengikuti sejarah perjuangan bangsa ini. Syair merupakan salah satu dari sekian banyak karya sastra yang lahir dalam sejarah perkembangan bangsa ini. Berbeda dengan gurindam yang muncul karena akulturasi budaya bangsa dengan hindu, syair muncul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=379&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Selalu menarik ketika kita membahas perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Membaca pantun, mempelajati talibun, gurindam, ataupun puisi baru, seolah kita mengikuti sejarah perjuangan bangsa ini. Syair merupakan salah satu dari sekian banyak karya sastra yang lahir dalam sejarah perkembangan bangsa ini. Berbeda dengan gurindam yang muncul karena akulturasi budaya bangsa dengan hindu, syair muncul setelah agama Islam menyebar di nusantara (Simorangkir, 1952: 41). Diterangkan oleh Dr. Hooykaas bahwa syair yang tertua dalam bahasa melayu terdapat di sebuah batu nisan tua di Minye Tujoh Aceh, berangka tahun 781 H atau sekitar 1380 Masehi.  Kata syair sendiri berasal dari bahasa arab yang bermakna<span id="more-379"></span> <span style="text-decoration:underline;">panembang</span>, <span style="text-decoration:underline;">menembang,</span> atau <span style="text-decoration:underline;">tembang </span>(Soetarno, 1967: 27). Contoh syair yang berjudul &#8220;Hidup Sengsara&#8221; yang dikutip dari syair &#8220;Jatim Nestapa&#8221;:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Setelah didengar raja bestari</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Murka baginda tidak berperi</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Pedang terhunus baginda sendri</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Permaisuri tua memegangkan diri</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Seraya katanya jangan begitu </span></p>
<p><span style="color:#000000;">andangkan mata saudaramu itu </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jika dibunuh bundanya itu </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadilah dinda tidak bertentu </span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">dari: Kesustraan Indonesia</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ciri-ciri syair: </span></p>
<p><span style="color:#000000;">a. Tiap bait terdiri dari empat baris, </span></p>
<p><span style="color:#000000;">b. tiap baris terdiri dari 8  - 12 suku kata, tapi pada umumnya 10 suku kata, </span></p>
<p><span style="color:#000000;">c. bersajak sama (a a a a), sajak boleh sempurna maupun tidak sempurna, </span></p>
<p><span style="color:#000000;">d. keempat baris berturutan memiliki hubungan logis, </span></p>
<p><span style="color:#000000;">e. isi syair berupa nasihat, petuah, dongeng, cerita, dan sebagainya. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari contoh syair dan ciricirnya di atas, kita dapat membandingkan perbedaan antara syair dan pantun. <strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jenis syair menurut isinya</strong> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dr. C. Hooykaas dalam bukunya &#8220;Over Maleise Literatuur&#8221;  membedakan syair menjadi enam (6) macam: </span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Syair Panji, misalnya:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">a. Syair Ken tambuhan</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">b. Lelakon Mesa Kumitar</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">c. Undakan Agung Udaya</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">d. Cerita Wayang Kinudang</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Syair yang berisi cerita fantastis, contohnya:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">a. Syair Bidasari</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">b. Syair Sutan Abdulmuluk</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">c. Syair Yatim Nestapa</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">d. Syair Raja Mambang Jauhari</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Syair yang berisi chronique con&#8217;emporaine et scandaleuse (cerita tentang kejadian yang bersifat gaib), misalnya:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">a. Syair Ikan Terubuk berahkan puyu-puyu di dalam lubuk</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">b. Syair Burung Pungguk</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">c. Syair Nuri Mimpi bersuntngkan Bunga Cempaka</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">d. Syair Ikan Tambera</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Syair yang menceritakan suasana atau kejadian pada jaman pengarangnya, contohnya:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">a. Syair Pulau Belitung</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">b. Syair Puteri Naga di Tapak Tuan</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">c. Syair Perang Banjarmasin</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">d. Syair Perang Menteng</span></p>
<p><span style="color:#000000;">5. Syair Terjemahan, contohnya:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">a. Syair Carita Wayang</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">b. Syair Bibi Marhumah yang Saleh</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">c. Syair Puteri Andelan (Puteri Akal)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">6. Syair yang bersifat didaktis, religius, mistis, dan bersifat moral, misalnya:</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">a. Syair Takbir Mimpi</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">b. Syair Pelanduk Jenaka</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">c. Syair Orang Makan Madat</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">d. Syair Nabi Allah Ayub</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">e. Syair Injil</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tokoh syair yang terkenal yaitu Hamzah Fansuri yang hidup pada akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17. Karya beliau yang terkenal yakni &#8220;Syair Perahu&#8221; yang mengandung mistik atau ilmu suluk. Contoh syair yang lain: <strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Syair yang berisi nasihat</strong> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bukan mudah memaju maksud </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Simpang siur jalannya kusut </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Majunya lambat beringsut-ingsut </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Patah di tangan banyak yang lingsut </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Menuju maksud ke jalan bakti</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;"> Sukar dan sulit bukan seperti </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Mengadu untung di tempat sakti </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Jika tak paham celakalah pasti </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kutipan &#8220;Syair Abdul Muluk&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Abdul Muluk putera baginda </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Besarlah sudah bangsawan muda </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Cantik Majelis usulnya syahda </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tiga belas tahun umurnya ada </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Parasnya elok amat sempurna </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Patah Majelis bijak laksana </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Memberi hati bimbang gulana </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Kasih kepadanya mulia dan hina </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Akan rahmah puteri bangsawan </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Parasnya elok sukar dilawan </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sedap manis barang kelakuan </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sepuluh tahun umurnya tuan </span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bibliografi: </span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Simorangkir, B dan Simandjutak (1952). Kesusasteraan Indonesia I. Jakarta: Yayasan Pembangunan Jakarta.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> 2. Soetarno (167). Peristiwa Sastra Melayu Lama. Surakarta: Widya Duta.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=379&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/05/syair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SASTRAWAN-SASTRAWATI ANGKATAN PUJANGGA BARU</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/01/sastrawan-sastrawati-angkatan-pujangga-baru/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/01/sastrawan-sastrawati-angkatan-pujangga-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 09:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Angkatan pujangga Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Angkatan Pujangga Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Di tulisan sebelumnya, saya menyampaikan sedikit tentang karakteristik Angkatan Pujangga Baru. Sempat ada keinginan untuk merevisi tulisan itu dengan memasukkan  penjelasan tentang beberapa tokoh yang dikategorikan sebagai angkatan pujangga baru lengkap dengan beberapa judul karyanya. Tapi, sepertinya akan menjadi terlalu panjang, oleh karena itu tulisan tentang sastrawan-sastrawati angkatan pujangga baru saya posting terpisah. Semoga bermanfaat!. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=373&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tulisan sebelumnya, saya menyampaikan sedikit tentang karakteristik Angkatan Pujangga Baru. Sempat ada keinginan untuk merevisi tulisan itu dengan memasukkan  penjelasan tentang beberapa tokoh yang dikategorikan sebagai angkatan pujangga baru lengkap dengan beberapa judul karyanya. Tapi, sepertinya akan menjadi terlalu panjang, oleh karena itu tulisan tentang sastrawan-sastrawati angkatan pujangga baru saya posting terpisah. Semoga bermanfaat!.</p>
<p><strong>SASTRAWAN-SASTRAWATI ANGKATAN PUJANGGA BARU</strong></p>
<p>Kwartet berikut dikenal sebagai ujung tombak Angkatan Pujangga Baru:</p>
<p>Sutan Takdir Alisyahbana, kelahiran Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908, meninggal di Jakarta, 17 Juli 1986. Pujangga ini seorang ilmuwan dan filsuf bergelar Sarjana Hukum, Doktor Honoris Causa dan professor. Ia sangat terkenal dengan roman bertendennya Layar Terkembang(1936). Roman-romannya yang lain: Dian nan Tak Kunjung Padam(1932), Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940). Tebaran Mega (1935) merupakan kumpulan sanjak yang menandai kepenyairannya. Ternyata, Sutan Takdir tidak hanya hebat di zamannya. Pada masa pascakemerdekaan, bahkan setelah tergulungnya Lekranya PKI, Sutan Takdir pun ikut<span id="more-373"></span> memasang bintang-bintang di pelataran langit kesusastraan Indonesia dengan dua romannya, masing-masing lebih 500 halaman Grota Azura (tiga jilid, 1970-1971) dan Kalah dan Menang(1978) serta kumpulan sanjak Lagu Pemacu Ombak(1978). Sebagai ilmuwan, S. Takdir Alisjahbana menulis antara lain:</p>
<p>Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)</p>
<p>Puisi Lama (bunga rampai, 1941)</p>
<p>Puisi Baru (bunga rampai, 1946)</p>
<p>Amir Hamzah, dilahirkan di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, 28 Februari 1911, gugur dalam suatu revolusi sosial di Sumatra Utara, Maret 1946. Penyair berdarah biru yang dijuluki “Raja Penyair Pujangga Baru” oleh H.B. Jassin dan “Pangeran dari Seberang” oleh N.H. Dini ini, mewarisi kita kumpulan-kumpulan sanjak: Buah Rindu, Nyanyi Sunyi dan Setanggi Timur: (sanjak terjemahan penyair-penyair Asia tempo dulu) serta Sastra Melayu dan Raja-rajanya. Amir Hamzah memperoleh Satya Lencana Kebudayaan pada tahun1969 atas antologi puisinya Nyanyi Sunyi Pada tanggal 10 November 1975 secara anumerta Amir Hamzah diangkat sebagai Pahlawan Nasional karena jasanya terhadap Republik dalam menentang penjajah Belanda melalui himpunan Pemuda Indoonesia yang diketuainya di Solo.</p>
<p>Sanusi Pane, dilahirkan di Muara Sipongi Sumatra Utara, 14 November 1905, meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968. Ia menulis naskah-naskah drama Sandyakalaning Majapahit, Kertadjaya dan cerita bersetting negerinya Rabindranath Tagore Manusia Baru. Sebagai penyair, Sanusi Pane menulis antologi sanjak Madah Kelana dan Puspa Mega Karya-karyanya yang lain: Pancaran Cinta (1926), Airlangga (dalam bahasa Belanda, 1928), Sejarah Indonesia (1942), Indonesia Sepanjang Masa (1952), Bunga Rampai dariHikayat Lama (1946)..</p>
<p>Armijn Pane, adik kandung Sanusi Pane, dilahirkan di Muara Sipongi, 18 Agustus 1908, meninggal di Jakarta, 11 Februari 1970. Ia terkenal dengan roman psikologinya yang sempat  mencengangkan masyarakat yang moralis dan pernah terpalang Nota Rinkes karena terlalu beraninya, berjudul Belenggu. Armijn juga menulis Jinak-Jinak Merpati (kumpulan cerpen), Gamelan Jiwa dan Jiwa Berjiwa keduanya kumpulan puisi. Ia juga menulis kumpulan cerpen Kisah antara Manusia (1953), serta menerjemahkan Surat-surat R.A. Kartini untuk Ny.Abendanon dan sahabat Kartini yang lain, menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang (1968) dan novel Membangun Hari Kedua (1956, dari karya Ilya Ehrenburg)</p>
<p>Sastrawan-sastrawati yang seangkatan dengan mereka adalah:</p>
<p>Yan Engelbert Tatengkeng, dilahirkan di Sangihe, Sulawesi, 19 Oktober 1907, meninggal di Makassar, 6 Maret 1968. Ia terkenal dengan kumpulan sanjaknya Rindu Dendam, sama dengan salah satu judul puisi dalam buku tersebut. Kebanyakan puisinya bernafaskan religius Kristiani.</p>
<p>Selasih/Sariamin, dilahirkan di Sumatra Barat, 31 Juli 1909. Dia tersohor  dengan roman-roman sosialnya Pengaruh Keadaan dan Kalau Tak Untung. Selain roman-roman tersebut, ditulisnya pula: Rangkaian Sastra (1952), cerita-cerita anak Renca Juara (1981), Cerita Kak Murai (1984), Nakhoda Lancang (1982), serta novel Kembali ke Pangkuan Ayah (1986).</p>
<p>I Gusti Nyoman Anak Agung Panji Tisna, termasuk keturunan raja di Bali, dilahirkan di Singaraja, 8 Februari 1908, meninggal  di Singaraja, 1976, terkenal. dengan roman-romannya Sukreni Gadis Bali, I Swasta Setahun di Bedahulu. Karya-karyanya yang lain: Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935), Dewi Karuna (1938), I Made Widiadi/Kembali kepada Tuhan (1954).</p>
<p>Hanidah/Fatimah Hasan Delais, dilahirkan di Bangka, 8 Juni 1914, meninggal di sana, Mei 1953, terkenal dengan novel sosialnya berjudul Kehilangan Mestika;</p>
<p>Suman Hs. (Hasibuan), dilahirkan di Bengkalis 1905, meninggal di Pakanbaru, 8 Mei 1999, termasyhur dengan karya-karya novelnya: Percobaan Setia, Kasih Tak Terlerai, Mencari Pencuri Anak Perawan. Suman Hs yang terkenal sebagai tokoh  pendidikan di daerahnya, juga menulis novel Kasih Tersesat (1932), Tebusan darah (1939), serta kumpulan cerpen Kawan Bergelut.</p>
<p>Marius Ramis Dayoh, dilahirkan di Airmadidi, Minahasa, 1909, meninggal di Bandung, 15 Mei 1975. Ia menulis roman sejarah Pahlawan Minahasa, Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (1931), antologi puisi Syair untuk ASIB (1935), Putera Budiman (1941), Ratna Rakyat (1951), Koobangan (1953), dan Mamanua (1969).</p>
<p>Saadah Alim, dilahirkan di Padang.9 Juni 1897, meninggal di Jakarta, 18 Agustus 1968. Berpegalaman sebagai guru HIS dan Sekolah Guru Wanita di Padang pada zaman Belanda. Dari tahun 1924 sampai 1940 menjadi penulis di Bintang Hindia, Panji Pustaka, Het Dagblad dan Volks courant. Karya-karyanya: drama Pembalasannya (1940); terjemahan novel AnginTimur dan Angin Barat (karya Pearl S. Buck, 1941); Marga Tidak Tegak Sendiri (karuya Freddy Vagers, 1949); Zuleika Menyingsingkan Lengan Bajunya (karya Reisco).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=373&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/09/01/sastrawan-sastrawati-angkatan-pujangga-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Efektif</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/27/membaca-efektif/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/27/membaca-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 00:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Pembahasan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Scanning]]></category>
		<category><![CDATA[Skimming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh kita. Namun, sering kali kita merasa malas, jengah, dan jenuh ketika harus membaca sebuah teks yang panjang. Bahkan, setelah selesai membaca seluruh teks ternyata kita belum memahami isi bacaan tersebut, yang kemudian memaksa kita untuk membacanya berulang kali. Tapi, apakah dengan membaca berulang kali akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=356&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-357" title="reading-child1" src="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/08/reading-child1.png?w=240&#038;h=300" alt="" width="240" height="300" /></p>
<p>Membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh kita. Namun, sering kali kita merasa malas, jengah, dan jenuh ketika harus membaca sebuah teks yang panjang. Bahkan, setelah selesai membaca seluruh teks ternyata kita belum memahami isi bacaan tersebut, yang kemudian memaksa kita untuk membacanya berulang kali. Tapi, apakah dengan membaca berulang kali akan menambah pemahaman kita? mungkin, seberapa efektifkah cara membaca kita?.</p>
<p>Setiap individu mungkin memiliki kemampuan yang berbeda untuk<span id="more-356"></span> memahami suatu tulisan/bacaan. Faktor kebiasaan untuk membaca pun berperan besar dalam meningkatkan kemampuan mencerna isi suatu tulisan. Tentu saja Pemilihan teknik yang tepat mungkin sangat berpengaruh agar seseorang dapat mengambil inti sari sebuah teks.</p>
<p>Bagaimanakah cara membaca efektif yang mungkin dapat membantu kita dalam  memahami isi suatu bacaan?. <em>Nah, </em>berikut ini beberapa panduan/tips membaca yang efektif.</p>
<p>Teknik membaca efektif:</p>
<p>1. <em>Preview</em>/Pratinjau</p>
<p>2. Menyusun pertanyaan</p>
<p>3. Mencatat</p>
<p>4. Merangkum</p>
<p>5. <em>Review</em> dan refleksi</p>
<p>A. <em>Preview</em></p>
<p>Dalam proses <em>preview, </em> hendaknya seseorang membaca suatu teks dengan cara <em>skimming </em>(membaca dengan cepat) atau <em>scanning</em> (membaca dengan teknik memindai).</p>
<p><em>Skimming</em> adalah teknik membaca yang memungkinkan mata Anda melakukan perjalanan cepat di setiap halaman, berhenti di sana-sini untuk mendaftar gagasan utama. Prosedur  teknik <em>skimming </em> adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Membaca judulnya.</li>
<li>Perhatikan nama penulis.</li>
<li>Perhatikan tanggal dan tempat publikasi.</li>
<li>Baca paragraf pertama sepenuhnya.</li>
<li>Baca sub-judul dan kalimat pertama dari paragraf yang tersisa.</li>
</ul>
<p>Pada saat Anda membaca, temukan ide utama, kata kunci (kata yang memberitahu Anda siapa, apa, kapan, dimana, berapa banyak, dan seberapa banyak), dan penanda transisi (kata-kata seperti &#8216;namun&#8217;, &#8216;atau&#8217;, &#8216;sehingga&#8217;, &#8216;kemudian&#8217;, dan sebagainya), yang menunjukkan arah ide-ide dalam teks tersebut.</p>
<p><em>Scanning</em> adalah teknik membaca suatu informasi dengan cara bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut kita dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Jadi dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca. Biasanya kata-kata kunci yang menjadi perhatian pembaca. Sebagai gambaran nyata, teknik ini bisa diilustrasikan seperti kita sedang membaca Koran, mencari judul-judul atau topik berita yang dianggap menarik.</p>
<p>Kedua cara di atas dapat mempersingkat waktu membaca dan menghemat energi kita.</p>
<p>B. Menyusun pertanyaan</p>
<p>Membaca efektif adalah membaca aktif. Untuk mengubah membaca pasif menjadi membaca aktif adalah dengan cara selalu mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan bacaan. Motivasi seseorang dalam membaca tentu saja akan mendorong rasa ingin tahu, rasa ingin tahu inilah yang kemudian akan melahirkan pertanyaan demi pertanyaan.</p>
<p>Agar dapat membaca aktif terlebih dahulu  kita harus memahami tujuan membaca suatu teks. Selama proses <em>preview,</em> catat pertanyaan sebanyak mungkin, mungkin dengan cara mengubah judul menjadi pertanyaan dan temukan hubungan/koneksi antar kalimat, paragraf, bahkan antar bab. Lihat dan pahami bagaimana struktur ide yang dikembangkan oleh si penulis.</p>
<p>C. Mencatat</p>
<p>Alasan untuk membuat catatan adalah:</p>
<ul>
<li>untuk mempertahankan perhatian ketika Anda membaca,</li>
<li>untuk memfokuskan perhatian Anda,</li>
<li>untuk membiasakan diri dengan bahan primer dan sekunder pada suatu subjek tertentu,</li>
<li>untuk menganalisis asumsi dan strategi retoris penulis,</li>
<li>untuk bahan membuat  ringkasan materi.</li>
</ul>
<p>Beberapa petunjuk untuk membuat catatan:</p>
<ul>
<li>Selalu mencatat rincian bibliografi dari teks yang kita baca.</li>
<li>Menulis pada satu sisi kertas saja.</li>
<li>Tinggalkan lebar margin untuk komentar dan lintas-referensi.</li>
<li>Gunakan judul, sub-judul, dan diagram.</li>
<li>Buat catatan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dan tentu saja tetap dapat kita pahami. Pastikan catatan tersebut dapat terbaca dengan baik.</li>
</ul>
<p>D. Merangkum</p>
<p>Ringkasan/rangkuman adalah kumpulan catatan pendek yang  merekam poin-poin utama  dari suatu bacaan/teks.</p>
<p>E.  <em>Review</em> dan refleksi</p>
<p>Sangat penting kita meninjau ulang dan merenungkan apa yang telah dibaca. Hal ini sangat penting dalam meningkatkan kemampuan memori kita untuk memahami dan mengingat dalam jangka waktu yang lama.</p>
<p>Berikut adalah beberapa cara latihan review dan latihan refleksi:</p>
<p>a. Uji pemahaman Anda tentang materi dengan mencoba untuk menjawab pertanyaan pratinjau Anda tanpa mengacu ke catatan Anda.</p>
<p>b. Tuliskan arti dan kegunaan materi yang dibaca untuk memahami konsep dan prinsip lainnya.</p>
<p>c. Evaluasi teks dalam hal daya informatif suatu teks/bacaan.</p>
<p>d. Membuat catatan refleksi diri setelah selesai membaca.</p>
<p>Sebetulnya efektivitas proses membaca sangat bergantung pada diri kita sendiri.</p>
<p>Bibliografi:</p>
<p>1. Kamus Besar Bahasa Indonesia</p>
<p>2. <a href="http://jiwang.org/groups-ilmiah/32876-panduan-ilmu-teknik-membaca-cepat.html">http://jiwang.org/groups-ilmiah/32876-panduan-ilmu-teknik-membaca-cepat.html</a></p>
<p>3. <a href="http://learningcentre.curtin.edu.au/skills/reading_tech.cfm">http://learningcentre.curtin.edu.au/skills/reading_tech.cfm</a></p>
<p>4. <a href="http://www.forumsains.com/pendidikan/latihan-skimming-dan-scanning/">http://www.forumsains.com/pendidikan/latihan-skimming-dan-scanning/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=356&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/27/membaca-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/08/reading-child1.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">reading-child1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Hari Ini</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/22/catatan-hari-ini/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/22/catatan-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 02:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Hups&#8230;..!, ada rasa lelah di dada setelah menempuh perjalanan hampir 30 km. Ya, kini aku telah duduk di ruang perpustakaan sekolah tempat setiap hari aku menunggu bertemu anak-anak didikku, ruangan yang kerap menyaksikan betapa rindunya aku terhadap celotehan siswa yang berulang kali membuat keningku berkerut. Hari ini tepat 22 hari ramadhan tahun ini kulalui. baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=315&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-316" title="regret" src="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/08/regret.jpeg?w=570" alt=""   /></p>
<p><em>Hups&#8230;..!</em>, ada rasa lelah di dada setelah menempuh perjalanan hampir 30 km. Ya, kini aku telah duduk di ruang perpustakaan sekolah tempat setiap hari aku menunggu bertemu anak-anak didikku, ruangan yang kerap menyaksikan betapa rindunya aku terhadap celotehan siswa yang berulang kali membuat keningku berkerut.</p>
<p>Hari ini tepat 22 hari ramadhan tahun ini kulalui. baru sebulan saja efektif bertemu anak-anak di kelas. Esok dan dua minggu ke depan ada jarak membentang dan waktu yang sepertinya akan membuat benteng baru dalam ruang yang seharusnya membuat aku dan siswaku berpadu, bersama belajar tentang bahasa tercinta. <em>Ah, </em>lagi-lagi libur. Senang, girang, dan lega, rasa itu ada dalam diriku bahkan mungkin itu pula yang dirasakan oleh siswaku. Siapa yang tak senang berlibur, lepas dari rutinitas. Tapi, lepas malam biasanya ketika aku terjaga ada bermacam pikiran dan pertanyaan yang menghampiri labirin otakku. <span id="more-315"></span>Liburan membuatku lepas dari rutinitas, tapi bagaimana dengan tanggung jawabku? mampukah anak-anakku menyelesaikan setiap soal yang akan dihadapi di ulangan besok? telah siapkah mereka menghadapi ujian nasional yang tak sampai setahun akan digelar kembali? atau sederhana saja, sudah mampukah mereka berbahasa indonesia yang baik?. Rasanya beban rutinitas yang tadi telah lepas kini menggelayut kembali dalam diriku, bahkan bertambah dengan beribu tanya tentang siswaku.</p>
<p>Hampir dua bulan yang lalu  ketika ku membaca SK pembagian tugas, aku berusaha menyusun &#8220;cetak biru&#8221; dalam benakku tentang setahun ke depan yang akan dilalui bersama lebih 200 anak-anakku. <em>Ah&#8230;</em> esok kelas A akan kubuat seperti ini, ya untuk kelas B sepertinya cocok jika kubuat seperti itu. Kini &#8220;ini&#8221; dan &#8220;itu&#8221; masih tersimpan rapi dalam barisan &#8220;file&#8221; memori otakku, mungkin sebagian telah aku tuliskan dalam lembaran rencana pembelajaran. Tapi, mengapa tak sampai 10% saja yang telah aku kerjakan? bahkan kenapa kini sepertinya aku sibuk dengan rutinitas tak ada dalam &#8220;cetak biru&#8221; perjalananku untuk setahun ke depan? malah blog ini pun menganggur hampir lebih tiga bulan, kemana produktivitas yang selama ini ada dalam &#8220;biografi&#8221; idealismeku?.</p>
<p>Sesal sepertinya tak guna jika semua kesalahanku tak segera dikoreksi. Libur dua minggu ke depan mudah-mudahan dapat aku gunakan untuk mendefragmentasi &#8220;ruangan&#8221; file dan rencana dalam perjalananku. Semoga aku mampu membuat anak-anak kian mengerti bahwa mencintai bahasa ini bukan kewajiban tapi lebih sebagai kebutuhan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=315&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/22/catatan-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/08/regret.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">regret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IKLAN: Dalam Tinjauan Bahasa</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/12/iklan-dalam-tinjauan-bahasa/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/12/iklan-dalam-tinjauan-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 02:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Pembahasan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[mater bahasa indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi barang,  jasa,  perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan. Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan ini adalah gaya bahasa klimaks yaitu gaya bahasa iklan yang dimulai dari hal-hal yang bersifat tidak penting menuju kepada hal-hal yang lebih penting. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=364&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Iklan</strong> atau dalam bahasa Indonesia formalnya <strong>pariwara</strong> adalah promosi barang,  jasa,  perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.</p>
<p>Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan ini adalah gaya bahasa klimaks yaitu gaya bahasa iklan yang dimulai dari hal-hal yang bersifat tidak penting menuju kepada hal-hal yang lebih penting. Dari definisi tersebut terdapat definisi lain tentang iklan menurut American Marketing Association (AMA), iklan adalah <span id="more-364"></span>setiap bentuk penyajian dan promosi mengenai gagasan, barang atau jasa kepada khalayak (non-personal) oleh sponsor yang jelas, dan untuk itu dikenakan pembayaran.<br />
Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye <em>social marketing</em> yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat. Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan, pernyataan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan demi kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik” supaya menjadi lebih baik.</p>
<p>Iklan merupakan bentuk komunikasi dari seseorang, instansi, atau perusahaan yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik agar khalayak tertarik untuk menggunakan sesuatu yang diiklankan.</p>
<p>Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah atau keterangan yang disusun secara teratur dan biasanya terdiri atas beberapa halaman.</p>
<p>Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah yang beisi warta singkat atau pertanyaan tertulis yang diterbitkan secara periodik oleh lembaga atau instansi tertentu.</p>
<p>Berdasarkan isinya, iklan dapat dibedakan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Iklan pengumuman atau pemberitahu, yaitu iklan yang bertujuan menarik perhatian khayalak umum tentang suatu hal pemberitahuan, misalnya iklan cerita.</li>
<li>Iklan penawaran, yaitu iklan yang bertujuan menawarkan sesuatu, misalnya iklan barang niaga.</li>
<li>Iklan layanan masyarakat, yaitu iklan yang bertujuan untuk meberikan penerangan tentang sutu hal, misalnya iklan larangan NARKOBA.</li>
</ol>
<p>Berdasarkan media yang digunakan, iklan dapat dibedakan sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Iklan radio, yaitu iklan yang disampaikan dengan efek suara, misalnya radio.</li>
<li>Iklan media cetak, yaitu iklan yang menggunakan efek cetak dan gambar.</li>
<li>Iklan televisi, yaitu iklan yang menggunakan efek suara,gambar dan teks.</li>
<li>Iklan baris, yaitu iklan yang di sampaikian dalam sebuah kolom pada media massa cetak dan hanya terdiri atas beberapa baris. Biayanya pun berdasarkan jumlah baris yang digunakan.</li>
</ol>
<p><strong> </strong><strong>Syarat sebuah iklan</strong> adalah sebagai berikut.</p>
<p>a.Isinya bersifat objektif, jujur, singkat, jelas, menarik perhatian, tidak menyinggung perasaan orang lain.</p>
<p>b. Bahasa iklan seharusnya berkonotasi positif, mudah, diingat, mudah dipahami, dan menimbulkan sikap penasaran bagi khalayak ramai.</p>
<p><strong>Fakta dan Opini dalam Sebuah Iklan</strong></p>
<p>Sebuah iklan biasanya mengandung fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa atau keadaan yang sebenarnya. Pendapat atau opini adalah pernyataan yang merupakan hasil pemikiran seseorang tentang suatu hal.</p>
<p>Contoh iklan adalah seperti dibawah ini:</p>
<p><img class="size-medium wp-image-365 alignnone" style="margin-left:2px;margin-right:2px;border-color:black;border-style:solid;border-width:1px;" title="contoh iklan kolom koran di Jawa PosL" src="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/08/contoh-iklan-kolom-koran-di-jawa-posl.jpg?w=194&#038;h=270" alt="" width="194" height="270" /></p>
<p>Pada iklan di atas kita dapat menemukan beberapa fakta dan opini yang disampaikan oleh si pembuat iklan. Salah satu contoh fakta dalam iklan tersebut adalah &#8216;pelatihan 1 (satu) hari&#8217;, sementara contoh opini &#8216;hipnotis ala Uya&#8217;.</p>
<p>Bibliografi:</p>
<p>1. KBBI</p>
<p>2. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan">http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan</a></p>
<p>3. <a href="http://maderaindo.blogspot.com/2010/09/iklan.html" target="_blank">http://maderaindo.blogspot.com/2010/09/iklan.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=364&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/08/12/iklan-dalam-tinjauan-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/08/contoh-iklan-kolom-koran-di-jawa-posl.jpg?w=215" medium="image">
			<media:title type="html">contoh iklan kolom koran di Jawa PosL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/06/06/perbedaan-bahasa-indonesia-dan-bahasa-malaysia/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/06/06/perbedaan-bahasa-indonesia-dan-bahasa-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 02:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Pembahasan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Melayu Indonesia-Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Rumpun Melayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA *) Penting untuk dicatat: tulisan ini dikutip dari ensiklopedia bebas wikipediaIndonesia. Apabila akan menjadikannya sebagai referensi, harap merujuk sumber asli sebagaimana ditulis di bagian akhir tulisan ini. Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=298&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA</strong></p>
<p><em>*) Penting untuk dicatat: tulisan ini dikutip dari ensiklopedia bebas <a title="wikipedia: beda bahasa malaysia-indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia" target="_blank">wikipediaIndonesia</a>. Apabila akan menjadikannya sebagai referensi, harap merujuk sumber asli sebagaimana ditulis di bagian akhir tulisan ini.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-302" title="indonesia-malaysia" src="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/06/indonesia-malaysia1.jpg?w=570" alt=""   /></p>
<p><strong>Bahasa Indonesia</strong> dan <strong>bahasa Malaysia</strong> adalah dua bentuk <a title="Bahasa baku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_baku">baku</a> dalam <strong><a title="Bahasa Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu">bahasa Melayu</a></strong> modern (pasca-<a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di <a title="Brunei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei">Brunei</a>, namun karena penuturnya sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi <a title="MABBIM" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MABBIM">MABBIM</a>.</p>
<p>Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi <a title="Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riau">Riau</a> dan sekitarnya adalah <a title="Bahasa Melayu Standar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Melayu_Standar&amp;action=edit&amp;redlink=1">bahasa Melayu Standar</a> (atau <a title="Bahasa Melayu Tinggi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Melayu_Tinggi&amp;action=edit&amp;redlink=1">bahasa Melayu Tinggi</a>, <a title="Bahasa Melayu Piawai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Melayu_Piawai&amp;action=edit&amp;redlink=1">bahasa Melayu Piawai</a>). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai.</p>
<p>Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut:<span id="more-298"></span></p>
<ol>
<li>Dari <strong>latar belakang penjajahan asing</strong> bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia lebih menyerap bahasa Belanda sedangkan bahasaMalaysia lebih menyerap bahasa Inggris.</li>
<li>Dari <strong>segi perlakuan</strong>, kedua-dua bahasa tersebut diperlakukan sesuai dengan kebijakan kebahasaan di negara masing-masing, namun ada perhimpunan yang mengatur bahasa Melayu yang disebut dengan <a title="MABBIM" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MABBIM">Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM)</a>.</li>
</ol>
<p>Dari segi penyerapan kata di negara masing-masing, bahasa Indonesia yang didasarkan dari bahasa Melayu berdialek Riau menyerap pula bahasa-bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Jawa dll.</p>
<h2>Ortografi</h2>
<p>Sebelum abad kedua puluh, bahasa Melayu ditulis menggunakan aksara yang dimodifikasi dari <a title="Aksara Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Arab">aksara Arab</a> yang dikenal sebagai <a title="Huruf Jawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Huruf_Jawi">Huruf Jawi</a>. Setelah abad dua puluh, bahasa Melayu ditulis menggunakan <a title="Huruf Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Huruf_Latin">huruf Latin</a>, dikenal sebagai Rumi, dan penggunaan hurud Latin ini telah hampir menggantikan huruf Jawi secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari. Romanisasi pada awalnya digunakan di <a title="Malaya Britania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaya_Britania">Malaya</a> (kini bagian dari <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>) dan <a title="Hindia Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda">Hindia Belanda</a> (kini <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>). Hal ini menunjukkan kedua negara tersebut merupakan bekas jajahan <a title="Kerajaan Britania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Britania">britania</a> dan <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>.</p>
<p>Dalam bahasa Indonesia, huruf vokal <em>u</em> pada awalnya dilambangkan dengan <em>oe</em>, seperti halnya dalam <a title="Bahasa Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda">Bahasa Belanda</a>. Perubahan resmi <em>oe</em> menjadi <em>u</em> dilakukan pada tahun 1947. Hal serupa juga terjadi di Malaysia, sampai tahun 1972, huruf konsonan <em>c</em> di Malaysia dilambangkan dengan <em>ch</em>, sedangkan Indonesia mengikuti Belanda yang menggunakan <em>tj</em>. Sehingga kata <em>cucu</em> di Malaysia dulu ditulis <em>chuchu</em> dan di Indonesia ditulis <em>tjoetjoe</em>, sampai akhirnya sistem Ejaan Yang Disempurnakan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972, yang mengganti <em>tj</em> dengan <em>c</em>.</p>
<p>Indonesiamengganti konsonan <em>dj</em> dengan <em>j</em>, yang sudah terlebih dahulu digunakan di malaysia, sedangkan konsonan lama <em>j</em> digantikan oleh <em>y</em>, seperti halnya di Malaysia. Demikian juga bunyi desah yang berasal dari bahasa Arab, yang dulu ditulis &#8216;ch&#8217; di Indonesia, kini menjadi <em>kh</em> dalam kedua bahasa.</p>
<p>Akan tetapi, <em>oe</em> masih dapat ditemukan, misalnya pada nama presiden pertama Indonesia, <a title="Sukarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sukarno">Sukarno</a> (ditulis <em>Soekarno</em>), dan penggantinya <a title="Suharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suharto">Suharto</a>, (ditulis <em>Soeharto</em>). Kombinasi huruf <em>ch</em> dan <em>dj</em> masih dapat ditemukan pada nama-nama semacam <em>Achmad</em> dan <em>Djojo</em> (diucapkan <em>Akhmad</em> dan <em>Joyo</em>), meskipun kini orang-orang lebih suka menggunakan ejaan pasca-1972.</p>
<h2>Perbedaan yang penting antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia</h2>
<p><a title="Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia">Bahasa Indonesia</a> berbeda dari <a title="Bahasa Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu">bahasa Melayu</a> di <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> karena bahasa Indonesia memiliki lebih banyak perkataan yang berasal dari <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a> dan <a title="Bahasa Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda">bahasa Belanda</a> meski bahasa Indonesia didasarkan dan didominasi dari bahasa Melayu Riau, contohnya &#8220;pejabat pos&#8221; di Malaysia dikenal dengan sebutan &#8220;kantor pos&#8221; di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. &#8220;Kantor&#8221; ini berasal dari kata Belanda <em>kantoor</em> untuk &#8220;pejabat&#8221;.</p>
<h3>Perbedaan ejaan</h3>
<p>Lihat pula: <a title="Perbedaan antara sebutan Bahasa Melayu basahan dan Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_sebutan_Bahasa_Melayu_basahan_dan_Bahasa_Indonesia">Perbedaan antara sebutan Bahasa Melayu basahan dan Bahasa Indonesia</a></p>
<p>Ketika zaman penjajahan, bahasa Indonesia menggunakan &#8220;oe&#8221; untuk bunyi &#8220;u&#8221;, sama seperti bahasa Belanda, namun setelah penaklukan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> ejaan tersebut diganti menjadi &#8220;u&#8221;. Di Malaysia sebelum tahun 1972, bunyi &#8220;ch&#8221; dieja dengan &#8220;ch&#8221; dan bahasa Indonesia menggunakan &#8220;tj&#8221;. Oleh itulah, perkataan &#8220;cap&#8221; telah dieja sebagai &#8220;chap&#8221; di Semenanjung Malaya dan &#8220;tjap&#8221; dalam bahasa Indonesia. Setelah &#8220;Ejaan Yang Disempurnakan&#8221; diperkenalkan pada tahun 1972, kedua-dua bahasa itu menggunakan ejaan yang sama, yaitu &#8220;cap&#8221;. Contoh ejaan lain yaitu &#8220;dj&#8221; (Indonesia) diganti dengan &#8220;j&#8221; seperti diMalaysia.Ada beberapa ejaan yang masih dipertahankan atas sebab sejarah, contohnya &#8220;wang&#8221; (Semenanjung Malaya) dan &#8220;uang&#8221; (Indonesia).</p>
<h3>Perbedaan kosa kata</h3>
<p>Beberapa contoh kata-kata yang berbeda jauh antara kedua bahasa:</p>
<div align="center">
<table width="80%" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="21%">
<p align="center"><strong>Bahasa Inggris</strong></p>
</td>
<td width="33%">
<p align="center"><strong>Bahasa Malaysia</strong></p>
</td>
<td width="45%">
<p align="center"><strong>Bahasa Indonesia/ Bahasa Melayu di Indonesia</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>  March</td>
<td>  Mac (dari Bahasa Inggris)</td>
<td>  Maret <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-0">[1]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  August</td>
<td>  Ogos</td>
<td>  Agustus <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-1">[2]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  challenge</td>
<td>  cabaran</td>
<td>  tantangan, kecabaran</td>
</tr>
<tr>
<td>  speak</td>
<td>  bercakap, bertutur, berbual</td>
<td>  berbicara, bercakap-cakap</td>
</tr>
<tr>
<td>  shop</td>
<td>  kedai</td>
<td>  toko<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-2">[3]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  ticket</td>
<td>  tiket</td>
<td>  karcis <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-3">[4]</a></sup>, tiket</td>
</tr>
<tr>
<td>  pharmacy</td>
<td>  farmasi, kedai ubat</td>
<td>  apotek, toko obat<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-4">[5]</a></sup>, farmasi<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-5">[6]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  Monday</td>
<td>  Isnin</td>
<td>  Senin</td>
</tr>
<tr>
<td>  restaurant</td>
<td>  restoran, kedai makan</td>
<td>  rumah makan, restoran</td>
</tr>
<tr>
<td>  because</td>
<td>  kerana</td>
<td>  karena</td>
</tr>
<tr>
<td>  hospital</td>
<td>  hospital, rumah sakit (jarang digunakan lagi)</td>
<td>  rumah sakit <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-6">[7]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  zoo</td>
<td>  taman haiwan, zoo</td>
<td>  kebun binatang <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-7">[8]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  television</td>
<td>  televisyen</td>
<td>  televisi <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-8">[9]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  university</td>
<td>  universiti</td>
<td>  universitas <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-9">[10]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>  head office</td>
<td>  ibu pejabat</td>
<td>  kantor pusat</td>
</tr>
<tr>
<td>  car</td>
<td>  kereta</td>
<td>  mobil/oto <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-10">[11]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-11">[12]</a></sup></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<h3>Kata-kata yang berbeda maknanya</h3>
<p>Selain perbedaan kosa kata, kedua bahasa juga memiliki perkataan-perkataan yang sama tetapi berbeda maksudnya (<a title="Homonim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homonim">homonim</a>). Oleh karena perkataan-perkataan tersebut seringkali digunakan dalam kedua bahasa tersebut, maka hal tersebut mudah menimbulkan kesalahpahaman.</p>
<p>Perbedaan makna ini terbentuk atas penuturan yang menjadi kelaziman dari kedua negara, sedangkan dalam segi tertulis tidak terbentuk perbedaan yang ketara sebab makna yang ada dalam bahasa Malaysiajuga sebenarnya ada dalam bahasa Indonesia(makna bahasa Melayu dalam tiap daerah di Indonesiaberagam mengingat banyaknya dialek bahasa Melayu di Indonesia)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-12">[13]</a></sup>. Beberapa perbedaan tersebut di antaranya:</p>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center"><strong>Perkataan</strong></p>
</td>
<td>
<p align="center"><strong>makna dalam bahasa Malaysia</strong></p>
</td>
<td>
<p align="center"><strong>makna/sinonim dalam bahasa Indonesia</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>ahli</td>
<td>anggota (mis. dari partai)</td>
<td>pakar</td>
</tr>
<tr>
<td>akta</td>
<td>undang-undang</td>
<td>suratresmi yang disahkan oleh suatu badan resmi atau pemerintah</td>
</tr>
<tr>
<td>baja</td>
<td>bahan untuk menyuburkan tetumbuhan</td>
<td>besi tahan karat</td>
</tr>
<tr>
<td>banci</td>
<td>perhitungan bilangan penduduk</td>
<td>seorang berjenis kelamin wanita dan pria</td>
</tr>
<tr>
<td>bercinta</td>
<td>menyatakan rasa kasih sayang kepada orang lain</td>
<td>menaruh rasa cinta</td>
</tr>
<tr>
<td>biji</td>
<td>pil, tablet</td>
<td>benih</td>
</tr>
<tr>
<td>bisa</td>
<td>racun</td>
<td>1. boleh, dapat; 2. racun</td>
</tr>
<tr>
<td>boleh</td>
<td>dapat(contoh:dia boleh bicara=dia bisa/dapat bicara)</td>
<td>1. mengizinkan (contoh:dia diizinkan bicara); 2. bisa (kebisaan) (contoh:dia memiliki kebolehan dalam bergaya); 3. bisa/ dapat (contoh:Dia boleh mengerjakan soal ujian dengan cepat) (jarang digunakan dalam makna bisa)</td>
</tr>
<tr>
<td>bugil/bogel</td>
<td>telanjang, langsung tidak berpakaian</td>
<td>1. telanjang, bugil; 2. pendek dan kecil (terdapat kesalahpahaman dalam memaknakan kata bogel di kalangan masyarakat yaitu orang kerdil)</td>
</tr>
<tr>
<td>bontot/buntut</td>
<td>punggung</td>
<td>ekor; terakhir (untuk urutan anak)</td>
</tr>
<tr>
<td>bual</td>
<td>bersembang (berbual)</td>
<td>omong kosong (membual), cakap besar (sombong)</td>
</tr>
<tr>
<td>budak</td>
<td>anak-anak kecil, orang muda</td>
<td>1. hamba abdi, hamba sahaya; 2. anak-anak kecil (budak untuk makna ini dijumpai di daerah asal MelayuSumatradan Sunda)</td>
</tr>
<tr>
<td>butuh/butoh</td>
<td>alat kelamin lelaki (lucah)</td>
<td>perlu; <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-13">[14]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>comel</td>
<td>cantik dan menarik, molek</td>
<td>kecil manis (cantik); mungil; bagus; menggerutu, bersungut-sungut</td>
</tr>
<tr>
<td>email</td>
<td>emel</td>
<td><a title="Enamel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Enamel&amp;action=edit&amp;redlink=1">enamel</a>, lapisan pelindung gigi (juga digunakan istilah émail)</td>
</tr>
<tr>
<td>gampang</td>
<td>anak luar nikah (kesat)</td>
<td>mudah, senang</td>
</tr>
<tr>
<td>jabatan</td>
<td>bagian dari penadbiran dll yg mengurus tugas-tugas tertentu</td>
<td>amanah dalam memegang kedudukan penting resmi dalam suatu pekerjaan; departemen; jawatan</td>
</tr>
<tr>
<td>jahat</td>
<td>nakal</td>
<td>durjana, tidak baik</td>
</tr>
<tr>
<td>jawatan</td>
<td>kedudukan resmi</td>
<td>kantor pemerintahan, jabatan</td>
</tr>
<tr>
<td>jemput</td>
<td>mengajak atau menyilakan datang</td>
<td>1. memetik; 2. pergi mendapatkan orang yang akan diajak pergi bersama</td>
</tr>
<tr>
<td>jeruk</td>
<td>buah-buahan (sayur, telur, ikan, dll) yang telah diasamkan (atau diasinkan)</td>
<td>buah jeruk</td>
</tr>
<tr>
<td>jimat</td>
<td>cermat (tentang uang atau penggunaan sesuatu), hemat, tidak boros</td>
<td>azimat, benda bertuah</td>
</tr>
<tr>
<td>kacak</td>
<td>tampan, menarik (bagi lelaki)</td>
<td>memegang kiri kanan pinggang dengan kedua-dua belah tangan (ber<em>kacak</em> pinggang); tampak gagah, segak</td>
</tr>
<tr>
<td>kaki tangan</td>
<td>pekerja, seorang yang diupah</td>
<td>anak buah (dengan konotasi negatif), seorang yang diperalat</td>
</tr>
<tr>
<td>kapan</td>
<td>(kain <em>kafan</em>), kain penutup mayat</td>
<td>bilamana; berbeda dengan <em>kafan</em></td>
</tr>
<tr>
<td>karya</td>
<td>hasil karya (karyawan=pekerja seni)</td>
<td>kerja (karyawan=pekerja upahan)</td>
</tr>
<tr>
<td>kerajaan</td>
<td>semua bentuk pemerintahan</td>
<td>sistem pemerintahan yang dipimpin oleh raja</td>
</tr>
<tr>
<td>kereta</td>
<td>mobil</td>
<td>semua kendaraan beroda yang digerakkan dengan tenaga mesin atau makhluk hidup</td>
</tr>
<tr>
<td>khidmat</td>
<td>servis, kerja untuk memenuhi keperluan orang ramai</td>
<td>1. hormat, takzim; 2. layanan (jarang atau hampir tidak digunakan lagi)</td>
</tr>
<tr>
<td>pajak</td>
<td>gadai janji</td>
<td>cukai</td>
</tr>
<tr>
<td>pelan</td>
<td>rancangan pembinaan atau pembangunan</td>
<td>perlahan, tidak cepat</td>
</tr>
<tr>
<td>pejabat</td>
<td>tempat bekerja</td>
<td>1. orang yang memiliki jabatan resmi (unsur pimpinan); 2. kantor (jarang atau hampir tidak digunakan)</td>
</tr>
<tr>
<td>pemerintah</td>
<td>badan atau kumpulan orang yang mengendalikan penadbiran suatu negara</td>
<td>pemerintah/ penadbir, badan tertinggi yang memerintah suatu negara</td>
</tr>
<tr>
<td>pengajian</td>
<td>pendidikan</td>
<td>pembelajaran <a title="Alquran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alquran">Alquran</a></td>
</tr>
<tr>
<td>percuma</td>
<td>cuma-cuma</td>
<td>tidak berguna, sia-sia</td>
</tr>
<tr>
<td>pijat</td>
<td>kutu; ralat pemrograman komputer</td>
<td>urut<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-14">[15]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>polis</td>
<td>mata-mata, angkatan keselamatan sipil</td>
<td>1. dasar (asuransi dll.); 2. negarakota(di Yunani)</td>
</tr>
<tr>
<td>polisi</td>
<td>dasar (asuransi dll.)</td>
<td>pemelihara keamanan, angkatan keselamatan</td>
</tr>
<tr>
<td>pusing</td>
<td>bergerak dalam bulatan, berputar, berkeliling</td>
<td>dalam keadaan keseimbangan terganggu serasa keadaan sekitar berputar; putar; pening, sakit kepala <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_note-15">[16]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td>pupuk</td>
<td>menyemai (nilai murni dsb.)</td>
<td>penyubur tanaman</td>
</tr>
<tr>
<td>tambang</td>
<td>bayaran penggunaan pengangkutan awam</td>
<td>1. tempat menggali mineral; 2. semacam tali yang kuat</td>
</tr>
<tr>
<td>tandas</td>
<td>jamban, tempat membuang air</td>
<td>1. menjelaskan/menyelesaikan sesuatu dengan pasti dan tegas; 2. jamban</td>
</tr>
<tr>
<td>sulit</td>
<td>rahasia; sukar</td>
<td>sukar dicari karena tersembunyi atau jarang didapat</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>Rujukan tambahan</h2>
<ol>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-0">^</a></strong> bahasa Belanda: <em>Maart</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-1">^</a></strong> dari bahasa Belanda: <em>Augustus</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-2">^</a></strong> kedai dalam bahasa Indonesia berarti <em>warung</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-3">^</a></strong> dari bahasa Belanda: <em>kaartje</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-4">^</a></strong> dari bahasa Belanda: <em>apotheek</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-5">^</a></strong> biasanya untuk yang bermakna apotek, ia didampingi dengan kata instalasi sebelum kata farmasi</li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-6">^</a></strong> dari bahasa Belanda: <em>ziekenhuis</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-7">^</a></strong> bahasa Belanda: <em>dierentuin</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-8">^</a></strong> dari bahasa Belanda: <em>televisie</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-9">^</a></strong> dari bahasa Latin: <em>universitas</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-10">^</a></strong> dari bahasa Belanda/Inggris: <em>automobile</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-11">^</a></strong> Kereta juga digunakan dengan penggunaan yang berbeda-beda misalnya kereta gantung, kereta kuda, kereta angin, kereta dorong, kereta bogi, kereta jenazah, kereta api, dan sebagainya kecuali yang bermakna mobil atau oto</li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-12">^</a></strong> rujukan Kamus Besar Bahasa Indonesia susunan Pusat Bahasa Depdiknas</li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-13">^</a></strong> makna butuh sebagai alat kelamin lelaki(lucah) juga digunakan di daerahKalimantan</li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-14">^</a></strong> dari <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a> <em>pijit</em></li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_bahasa_Malaysia_dan_bahasa_Indonesia#cite_ref-15">^</a></strong> makna pening dan sakit kepala ini termasuk ragam bukanbaku menurut KBBI</li>
</ol>
<h2>Lihat pula</h2>
<ul>
<li><a title="Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia">Bahasa Indonesia</a></li>
<li><a title="Bahasa Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu">Bahasa Melayu</a></li>
<li><a title="Perbedaan antara sebutan bahasa Melayu basahan dan bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_sebutan_bahasa_Melayu_basahan_dan_bahasa_Indonesia">Perbedaan antara sebutan bahasa Melayu basahan dan bahasa Indonesia</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=298&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/06/06/perbedaan-bahasa-indonesia-dan-bahasa-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://danririsbastind.files.wordpress.com/2011/06/indonesia-malaysia1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indonesia-malaysia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebahasaan: Resensi Buku Kumpulan Cerpen</title>
		<link>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/06/04/kebahasaan-resensi/</link>
		<comments>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/06/04/kebahasaan-resensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 01:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danriris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Pembahasan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danririsbastind.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Resensi Buku Kumpulan Cerpen Menjelaskan isi buku kumpulan cerpen berdasarkan kelebihan dan kekurangannya  dengan alasan. Salah satu jenis menulis adalah menulis karya-karya resensi.  Resensi bisa ditujukan pada buku-buku fiksi dan non-fiksi. Terhadap buku-buku fiksi resensi bisa diterapkan pada buku kumpulan cerpen. Karya resensi kebanyakan dimuat  di media masa cetak. Oleh karena itu,   harus memperhatikan  aktualitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=292&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Resensi Buku Kumpulan Cerpen</p>
<p>Menjelaskan isi buku kumpulan cerpen berdasarkan kelebihan dan kekurangannya  dengan alasan.</p>
<p>Salah satu jenis menulis adalah menulis karya-karya resensi.  Resensi bisa ditujukan pada buku-buku fiksi dan non-fiksi. Terhadap buku-buku fiksi resensi bisa diterapkan pada buku kumpulan cerpen.</p>
<p>Karya resensi kebanyakan dimuat  di media masa cetak. Oleh karena itu,   harus memperhatikan  aktualitas buku-buku yang diresensi. Kebanyakan tahun terbit  buku yang diresensi sama dengan saat penulisan karya resensi. Paling jauh setahun sebelumnya.</p>
<p>Resensi buku dimulai dengan penulisan identitas buku yang terdiri dari;</p>
<ol>
<li>judul buku</li>
<li>nama pengarang</li>
<li>nama penerbit dan kota penerbitan</li>
<li>tahun terbit</li>
<li>jumlah halaman buku</li>
</ol>
<p>Resensi membahas secara singkat  isi buku, mempunyai gambarab secara menyeluruh apa yang terdapat dalam  bukub yang di resensi. Jika yang diresensi kumpulan cerpen diuraikan  :</p>
<ol>
<li>Berapa dan cerpen apa saja yang dimuat dalam kumpulan cerpen tersebut.</li>
<li>Tema sentral/utama cerpen-cerpen tersebut atau tema masing-masing cerpen.</li>
<li>Kelebihan dan kekurangan buku kumpulan cerpen yang diresensi.</li>
</ol>
<p>Dalam menyampaikan kelebihan dan kekurangan buku yang diresensi,penulis resensi hendaknya  mampu menyampaikan alasan-alasan rasional tentang kelebihan dan kekurangan tersebut, menyangkut soal isi buku , teknik, penyajian, ti[pografi/ perwajahan buku.   .<br />
.</p>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;">Contoh resensi buku  </span></strong></p>
<p align="center"><strong>PEREMPUAN YANG MENYIHIR     </strong></p>
<p>Buku                 : Sihir Perempuan</p>
<p>Penulis              : Intan Paramadhita</p>
<p>Penerbit           : Kata kita .Jakarta.</p>
<p>Cetakan            :  Pertama,Mei 2005</p>
<p>Tebal                 : 150 halaman</p>
<p>Sejumah cerpen yang dimuat di beberapa koran  muncul hasil karya perempuan  muda. Satu persatu dari mereka  mulai menerbitkannya menjadi buku.  Setahun silam nama LindaChistantidengan buku kumpulan cerpennya  <em>Kuda Terbang Maria Pinto  </em>menjadi momentum terpenting bagi generasi penulis perempuan muda seangkatannya saat didaulat terbaik di ajang <strong>Khatulistiwa Award.  </strong></p>
<p>Menyebut beberapa contoh lain,kemunculan nama Jenar Maesa Ayu,  Yetti A.KA, Dina Oktaviani, Ucu Agustin, Nukila Akmaladalah yang berupaya menyeruak belantara sastra cerpen yang gersang  dengan karya-karya penulis perempuan muda. Satu lagi diantaranya adalah Intan Paramadhita yang baru saja melepas buku kumpulan cerpen yang berjudul :<em>Sihir perempuan. </em>Dari pemilihan judul buku, judul-judul cerpen dan terutama tema yang diangkat penulisnya, adalah seputar kisah dunia gaib, pekat ceritera horor dan sejenisnya. Ia mengimgatkan kembali pada posisi dan keberadaan perempuan adi-manusiayang telah masyur dalam tradisi,semacam nenek sihir, kuntilanak, mak lampir,sundel bolong,Nyi Blorong ,hinggaRatuPantaiSelatan.</p>
<p>Mengutip komentar promosial di balakang buku, perempuan itu bisa menjadi apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik&#8230;&#8230;..Lalu mengapa penulisnya justru berkisah tentang sisi lain seorang perempuan,sebuah dunia di sudut lain, di mana ia mengangkat sisi kelam kehidupannya. Dalam cerpennya bisa terlacak kisah-kisah perempuan pembunuh ( cepen Mak Ipak dan Bunga-bunga), Stigma janda penggoda (  cerpen <em>Pemintal Kegelapan).  </em>Tindakan aborsi ( cerpen <em>Jeritan Dalam Botol), </em> dan lain-lain.</p>
<p>Buku setebal 150 halaman ini, bukan semata-mata menyodorkan kisah-kisah horor, yang menegangkan dan menghibur.  Cerpen yang mempunyai keterbatasan ruang, itu digunakan penulisnya untuk melancarkan “ permainan halus”-nya dalam tema-tema  cerita “dunia kelam “ seorang perempuan. Ia dijadikan medium untuk melihat kembali dunia perempuan dengan segala aspeknya.  Sebagai perempuan,penulis merangkum segala persoalan yang dialami perempuan dari sudut pandang perempuan. Meski tidak semua tokoh utamanya adalah perempuan, kita akan merasakan kelihaian penulisnyamenjungkirbalikkan kisah perempuan dalam dongeng Cinderela ( (cerpen <em>Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari ) </em>,Super Woman (cerpen <em>Mobil</em><em> Jenazah</em><em>). </em>Karyawati yang baik (cerpen <em> Vampir </em>dan cerpen <em> Darah)</em>, atau menjadi anak perempuan yang berbakti pada ayahnya (cerpen <em>Pintu</em><em> Merah</em><em> ).</em>Cerpen bagi Intan adalah sebuahtanya yang menanti jawab para pembacanya dalam pertaruhan  peta nasib dan  kisah seorang perempuan .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danririsbastind.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danririsbastind.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danririsbastind.wordpress.com&amp;blog=10651448&amp;post=292&amp;subd=danririsbastind&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danririsbastind.wordpress.com/2011/06/04/kebahasaan-resensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/134a8ae88b7fbbe1f63d631008ed0c9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">danriris</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
