Puisi: Surat Terakhir Sang Dewa

SURAT  TERAKHIR SANG DEWA

Oleh: Danriris KS

 

Waktu telah menunjukkan jam delapan

Kala ku berbisik di telingamu

“aku akan pergi…, menembus gelap yang melambai-lambai!”

Lirih….

 

Kau hanya tersenyum getir

Mirip yang kulihat ketika ku bercerita

Tentang mimpi membangun bahtera mewah

Di tengah hidup kita yang terengah-engah

 

Aku melangkah melepas dekapan sore tadi

Berat tangan ini membuka

Tapi tubuh kian melayang

Dan senyum getirmu kian mengembang

Dihiasi buliran permata beruntai di sudut jendela

 

Tak banyak yang kuharap dewiku…

Hanya doa agar gelap malam tak memakan putihku

Menghilangkan bekal yang tak seberapa

Semoga angin malam tak membawa nyawaku dalam sesatnya alam semesta

Kuharap cahaya yang setitik itu menuntunku

Menghadap Dia yang telah memanggilku

 

 

2 tanggapan untuk posting ini.

  1. Posted by Randy on 19 Oktober 2011 at 00:03

    Tragis :(

    Balas

  2. sngat mengharukan…… :’(

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.