HIKAYAT


Hikayat dapat di bedakan menjadi empat jenis, sebagai berikut:

1. Hikayat asli Melayu

Contoh Hang Tuah

2. Hikayat yang mendapat pengaruh atau berasal dan Jawa.

Contoh :

- Hikayat Panji Semirang

3. Hikayat yang mendapat pengaruh dan India.

    Contoh:

    - Mahabharata

    - Ramayana

    4. Hikayat yang mendapat pengaruh dan Arab.

    Contoh:

    Hikayat Amir Hamzah

    Hikayat termasuk salah satu karya sastra lama yang juga memiliki unsur intninsik dan ekstrinsik. Unsur-unsur utama dalam hikayat adalah sebagai berikut.

    1. Tema, vaitu sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjadi dasar cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita. Tema cerita dapat tersirat dan tersurat.
    2. Plot atau alur cerita. vaitu jalan cerita yang dibuat oleh pengarang dalam menjalin keadian secara beruntun (lengan memerhatikan sebab-akibat sehingga merupakan kesatuan yang bulat.
    3. Penokohan atau perwatakan. yaitu pengenalan watak dan tiap-tiap pelaku yang akan memudahkan pembaca dalam memahami isi cerita

    Latihan

    Baca teks hikayat di bawah mi secara intensif! Sambil membaca, catat tema. alur, dan penokohannya di dalam buku tugas kalian!

    Buku ini tidak diketahui nama penggubahnya (anonim),

    Isinya menceritakan seorang dewa yang karena dikutuk oleh Batara Indra dibuang dari keindahan ke dunia, menjadi orang melarat sehingga dinamal si Miskin.

    Hikayat Si Miskin dan Marakarma

    Si Miskin bersama isterinya tinggal dalam sebuah hutan di negeri Entah Berentah yang dikuasai oleh seorang maharaja bernama Indra Dewa.

    Pada suatu han isteri Si Miskin melahirkan seorang anak aki-laki dan diberi nama Marakarma, yang berarti anak yang dalam kesengsaraan.

    Atas kesaktian Marakarma maka berubahlah hutan tempat tinggal Si Miskin itu menjadi sebuah kerajaan yang diberi nama Puspa Sari. Si Miskin dan isterinya menjadi raja dan permaisuri yang bergelar Maharaja Indra Angkasa dan Ratna Dewi. Di Kerajaan Puspa Sari ituhah Ratna Dewi mempunyai seorang anak lagi, seorang putri, yang diberi nama Nila Kusuma.

    Kerajaan Puspa Sari makin menjadi masyhur ke mana-mana, yang menyebabkan iri hati Maha-raja Indra Dewa di negeri Entah Berentah.

    Tatkala mendengar bahwa Maharaja Indra Angkasa akan memanggil para ahli nujum dan negeri Entah Berentah untuk menujumkan kedua anaknya itu, maka Maharaja Indra Dewa pun menghasut para ahhi nujum itu agar mereka itu menujumkan tidak baik terhadap kedua anak tersebut jika dibiarkan tinggal dalam Kerajaan Puspa Sari.

    Akibat penujuman itu, Maharaja Indra Angkasa membuang kedua anak yang masih kecil-kecil itu dengan dibekali tujuh buah ketupat, sebentuk cincin dan sebuah kemala. Tiga hari kedua anak itu meninggalkan istana, maka lenyaplah Kerajaan Puspa Sari tanpa diketahui sebabnya. Rakyatnya bercerai-berai tak tentu arahnya. Setelah kejadian itu berulah Maharaja Indra Angkasa insaf bahwa Ia telah diperdayakan orang. Kedua laki-bini itu akhirnya pergilah keluar masuk hutan untuk mencari kedua orang anaknya itu, namun sia-sia saja.

    Marakarma yang mengembara sambil menggendong adiknya dalam hutan itu, pada suatu han dapat menangkap seekor burung untuk makanan adiknya. Tatkala Ia memasuki sebuah kampung untuk meminta api pemanggang burung itu, tiba-tiba Marakarma ditangkap oleh orang-orang kampung itu karena disangkanya pencuri, dan dibuang ke laut. Marakarma dibawa gelombang dan terdampar di pantai sebuah pulau. Kemudian ia diketemukan oleh sejodoh raksasa yang mendiami pulau itu dan di bawa ke rumahnya yang terbuat tulang-tulang dan rambul manusia. Di situ Marakarma bertemu dengan tawanan wanita yang bernama ahaya Khairani, anak Maharaja Malai Kisna dan negeri Mercu Indra. Cahaya Khairani akan dimakan oleh raksasa itu kalau jantungnya sudah besar. Tetapi dengan tidak diketahui oleh kedua orang raksasa itu, kawinlah Markarma dengan Cahaya Khairani. Akhirnya keduanya melarikan din, dan setelah ada sebuah, kapal yang menolongnya, mereka itu pun meninggalkan pulau tersebut. Melihat kecantikan CahayaKhairani, nakhoda itu bersahabat dengan Maharaja Puspa lndra.

    Pada suatu han Cahaya Khairani diundang oleh permaisuri Maharaja Puspa Indra bernama Mandu Ratna untuk bermain-main di istananya. Dalam istana itu tiba-tiba Cahaya Khairani menangis setelah bertemu dengan puteri menantu raja yang bernama Mayang Mengurai. Ketika ditanya mengapa ia menangis, maka dikatakannya bahwa wajah putni Mayang Mengurai sama benar dengan wajah kakaknya. Mendengar itu Mayang Mengurai berkeyakinan bahwa kakaknyä yang bernama Marakarma tentu masih hidup. Mayang Mengurai sendiri sebenarnya tidak lain ialah Nia Kusuma, yang dahulu ditinggalkan sendinian dalam hutan oleh Marakarma. Di hutan itulah Nila Kusuma ditemukan oleh Mangindra Sari, anak Maharaja Puspa Indra, yang sedang berburu ke situ. Ia pun dibawa pulang ke istana oleh Mangindra Sari. Di istana Nila Kusuma dipehihana balk-balk oleh Maha-raja Puspa Indra dan diberi nama Mayang Mengural, yang setelah besar dinikahkan dengan Mangindra Sari.

    Marakarma yang telah ditelan oleh ikan nun yang telah mendamparkan din di pantai dekat kapal nakhoda tersebut, akhirnya dapat dikeluarkan dan penut ikan itu oleh seonang nenek kabayan setelah diberi petunjuk oleb seekor burung rajawali, dan kemudian Marakanma tinggal bersama-sama dengan nenek kabayan.

    Setelah usaha pencaharian berhas, maka bertemulah Marakarma dengan adiknya dai bertemu pula dengan isterinya, yakni Cahaya Khairani. Nakhoda kapal beserta orang-orang kampun yang dahulu telah membuang Marakarma ke taut, semuanya dibunuh. Setelah kejadian itu, Marakarma pun mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin lagi ito Setetah bertemu, dikembalikannyalah negeri Puspa Sari seperti kebesarannya dahulu. Dalan perjalanannya pulang, di dataran Tinjau Maya Ia bertemu dan berperang dengan Maharaja lndn Dewa dan negeri Entah Berentah. Dahulu di dekat telaga Indra Semandra, Marakarma bany memperoleh sahabat, yaitu tujuh orang raja, yang kini membantunya dalam mengalahkan Maharaj Indra Dewa. Dalam peperangan itu Maharaja Indra Dewa tewas, sedang anaknya bernama Nik Cahaya kemudian dinikahkan dengan raja Bujangga Indra, kakak Cahaya Khairani, yang kemudiar menjadi raja di negeri Entah Berentah. Setelah itu Marakarma mengunjungi mertuanya, yakni Maha raja Malai Kisna di negeri Mercu Indra, dan di sana Marakarma diangkat menjadi raja menggantikan mertuanya. Mayang Mengural sendiri mengikuti suaminya, Mangindra Sari, yang telah menjadi raj mengganti ayahnya di negeri Palinggam Cahaya.

    About these ads

    5 responses to this post.

    1. Posted by hilma on 9 Maret 2010 at 15:26

      jawabannya apah dong???
      nilai – nilai yg trkandung dalam hikayat marakarma (sosial, agama, budaya, moral)???

      Balas

      • sebagaimana kebanyakan hikayat, marakarma lebih banyak mengandung nilai moral, kebaikan akan menang, kejahatan akan kalah.

        Balas

    2. Posted by RIfki Mufriz on 28 April 2010 at 13:28

      JAdi tema nya apa.,.,.,.,.,.,.,???????

      Balas

    3. unsur intrinstiknya gimana ?

      Balas

    4. unsur kesaktiannya gimana?

      Balas

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

    %d blogger menyukai ini: