B.KARYA SASTRA TERPENTING PADA TIAP PERIODE DAN CIRI-CIRI MASING-MASING ANGKATAN


Dalam sejarah sastra Indonesia, karya sastra bisa dibagi berdasarkan periodisasinya. Periodisasi adalah pembagian kronologi perjalanan sastra atas masanya, biasanya berupa dekade-dekade. Pada dekade-dekade tertentu dikenall angkatan-angkatan kesusastraan, misalnya Angkatan Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru, Angkatan ’45, Angkatan ‘66 dan Angkatan 2000.

Kedua istilah itu (dekade dan angkatan) bisa digunakan secara bersamaan, bahkan adakalanya angkatan kesusastraan tertentu diberi nama dekade tertentu.

Dimulai dari masa Balai Pustaka, sejarah kesusastraan Indonesia bisa dirinci atau dilakukan periodisasi berikut ini:

  1. Angkatan Balai Pustaka (Dekade 20-an)
  2. Angkatan Pujangga Baru (Dekade 30-an)
  3. Kesusastraan Masa Jepang
  4. Angkatan ‘45
  5. Sastra Dekade 50-an
  6. Sastra Angkatan ’66 (Generasi Manifes Kebudayaan)

  7. Sastra Dekade 70-an s.d. 80-an /Angkatan 80-an
  8. Sastra Mutakhir/Terkini

(Dekade 1990-an dan Angkatan 2000).

Dalam setiap angkatan/periodenya, kesusastraan tentu memiliki tokoh-tokoh sastrawan-sastrawati baik pengarang yang mencipta bentuk-bentuk prosa maupun penyair yang mengarang bentuk-bentuk puisi. Kadang-kadang sang pengarang juga sekaligus penyair karena ia mencipta dua bentuk sekaligus, yakni puisi dan prosa fiksi, misalnya Muhammad Yamin, Sanusi Pane, Sutan Takdir Alisyahbana, Ayip Rosidi, Motenggo Boesye, Rendra, Kuntowijoyo, Emha Ainun Najib, Afrizal Malna, Abidah Al Khalieqy, Helvy Tiana Rosa, dan Iain-lain.

  1. Karya Sastra Terpenting dan Ciri-ciri pada Tiap-tiap Periode

Di atas telah disampaikan periodisasi kesusastraan Indonesia diawali dari Angkatan Balai Pustaka yang mulai berkiprah pada era 20-an sampai Angkatan 2000 sekarang ini. Pada masing-masing angkatan/periode muncul hasil-hasil karya sastra yang penting dan monumental yang dikarang oleh sastrawan-sastrawati terkenal, baik berbentuk prosa fiksi, puisi maupun naskah drama. Karya sastra pada masing-masing angkatan/periode memiliki ciri-ciri tertentu.

Angkatan Balai Pustaka/Dekade 20-an, tokoh-tokohnya:

a. Marah Rusli dengan karyanya roman “Siti Nurbaya”.

b. Muhammad Yamin dengan karyanya kumpulan puisi “Tanah Air”,
e. Abdul Muis dengan karyanya roman “Salah Asuhan”.

d. Rustam Efendi dengan karyanya kumpulan puisi “Percikan Permenungan”.

e. Nur Sutan Iskandar dengan karyanya roman “Katak Hendak Jadi Lembu”.

Angkatan Pujangga Baru/Dekade 30-an dengan tokoh-tokohnya:

a. Sutan Takdir Alisyahbana dengan karyanya roman “Layar Terkembang” dan
kumpulan puisi “Tebaran Mega”.

b. Amir Hamzah dengan karyanya kumpulan puisi “Buah Rindu” dan “Nyanyi Sunyi”.
e. Armijn Pane dengan karyanya roman “Belenggu”.

d. Sanusi Pane dengan kumpulan puisinya “Madah Kelana” dan drama “Manusia
Baru”

e. Y.E. Tatengkeng dengan kumpulan puisinya “Rindu Dendam”.

f. HAMKA dengan romannya “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”.

Kesusastraan Masa Jepang dan Angkatan ‘45 dengan tokoh-tokohnya:

a. Chairil Anwar dengan kumpulan puisinya “Deru Campur Debu”.

b. Usmar Ismail dengan dramanya “Citra”

e. El Hakim dengan dramanya “Taufan di Atas Asia”.

d. Achdiat Kartamihardja dengan romannya “Atheis”.

e. Pramudya Ananta Toer dengan romannya “Percikan Revolusi”

Di era sekarang Pramudya terkenal dengan caturlogi roman Pulau Buru.

Dekade 50-an dengan tokoh-tokohnya antara lain:

  1. Ayip Rosidi dengan novelnya “Sebuah Rumah Buat Hari Tua”.
  2. Motinggo Boesye dengan dramanya “Malam Jahannam”.
  3. Nh. Dini dengah novelnya “Hati yang Damai”.
  4. Rendra dengan kumpulan puisinya “Balada Orang-orang Tercinta”.
    Penyair ini masih kreatif sampai sekarang.

5. Mochtar Lubis dengan novelnya “Jalan Tak Ada Ujung”.

Angkatan ‘66 dengan tokoh-tokohnya antara lain:

  1. Taufiq Ismail dengan kumpulan puisinya “Tirani” dan “Benteng”.
  2. Sapardi Joko Damono dengan kumpulan puisinya “Duka-Mu Abadi”.
  3. Hartoyo Andangjaya dengan kumpulan puisinya “Buku Puisi”.

  4. Bur Rasuanto dengan kumpulan puisinya “Mereka Telah Bangkit”.
  5. Ramadhan KH dengan novelnya “Royan Revolusi” dan kumpulan puisi “Priangan
    Si Jelita”.

Angkatan 70-an – 80-an dengan tokoh-tokohnya antara lain:

  1. Sutardji Calzoum Bachri dengan kumpulan puisinya ”O Amuk Kapak”.
  2. Iwan Simatupang dengan novelnya “Ziarah”.
  3. Danarto dengan kumpulan cerpennya “Godlob”.
  4. Y.B. Mangunwijaya dengan novelnya “Burung-burung Manyar”.
  5. Putu Wijaya dengan novelnya ”Telegram”, dan drama “Dag Dig Dug”.
  6. Kuntowijoyo dengan novelnya “Khotbah di Atas Bukit”
  7. Yudhistira Ardi Noegraha dengan novelnya “Mencoba Tidak Menyerah”.
  8. Arifin C. Noer dengan dramanya “Mega-Mega”.
  9. Umar Kayam dengan novelnya “Para Priyayi”.
  10. Ahmad Tohari dengan trilogi novel “Ronggeng Dukuh Paruk”.

Sastra Mutakhir (Dekade 90-an dan Angkatan 2000) dengan tokohnya antara lain:

  1. Emha Ainun Najib dengan kumpulan puisinya “Sesobek Buku Harian Indonesia”
    dan drama “Lautan Jilbab”.
  2. Seno Gumira Ajidarma dengan kumpulan cerpennya “Iblis Tidak Pernah Mati”.
  3. Ayu Utami dengan novelnya “Saman” dan “Larung”
  4. Jenar Mahesa Ayu dengan kumpulan cerpennya “Mereka Bilang Saya Monyet”.
  5. N. Riantiarno dengan dramanya “Opera Kecoa” dan “Republik Bagong”:.
  6. Yanusa Nugraha dengan kumpulan cerpennya “Segulung Cerita Tua” .
  7. Afrizal Malna dengan kumpulan puisinya “Abad yang Berlari”.
  8. Ahmadun Y. Herfanda dengan kumpulan puisinya “Sembahyang Rumputan”.

  9. D. Zawawi Imron dengan kumpulan puisinya “Bantalku Ombak, Selimutku Angin”.
  10. K.H. Ahmad Mustofa Bisri dengan kumpulan puisinya “Ohoi Puisi-puisi Balsem” dan “Gandrung”.
About these ads

28 responses to this post.

  1. lengkap bgt..thankkks dahhhhhhhhhh,,,,klo bisa tambahin sastrawan n perbandingan karakteristik nya

    Balas

  2. Posted by hai on 28 Februari 2010 at 12:41

    mana ciri2 nya ..
    terutama yang pujangga baru ..
    thx !

    Balas

  3. Posted by aditya on 9 Maret 2010 at 04:10

    Contoh atw sinopsis novel2 angkatan 20,30,45,66 yang populer,mhon diberikan,wokey,tq,GBU.

    Balas

  4. Posted by ney on 30 Juni 2010 at 12:30

    waduh, terima kasih sekali…. info ini sangat bermanfaat untuk tugas saya di kampus, sayang ya tidak disebutkan secara detail tahun penerbitan masing-masing karyanya.

    Balas

  5. Posted by Davin on 2 Agustus 2010 at 17:07

    Wah sangat membantu nih, terimakasih banyak.

    Balas

  6. terima kasih untuk infonya, tapi masih beda sama buku saya. he3,
    kalo ada upsate share donk. . . . .

    Balas

  7. Posted by dhiela on 19 Oktober 2010 at 08:30

    ciri2x mn…..????

    Balas

  8. Posted by putri on 3 November 2010 at 04:30

    kok gak ada perbedaan dengan angkatan sebelumnya????? aku kan pngen nyari itu………

    Balas

  9. Posted by Jay on 29 November 2010 at 06:19

    ciri-cirinya ada gk om?????

    Balas

  10. Posted by bety on 26 Januari 2011 at 12:28

    izin copy buat tugas ya :)
    makasiih sblm’y :)

    Balas

  11. wah makasih banget ni,membantu tugas sekolah saya

    Balas

  12. Posted by ermi on 19 Februari 2011 at 14:42

    kak perbedaan puisi angkatan 20-30an,45,66 dan kontemporer apa y ?????

    Balas

  13. Posted by troyuye on 1 Agustus 2011 at 07:12

    tolong donk foto-fotonya

    Balas

  14. Wah, trmksih byk artkel ni
    mmbantu mkalah sya..
    trmksih

    Balas

  15. Posted by Oka on 12 Januari 2012 at 04:19

    ciri-ciri dari tiap angkatan kq gak ada ya..,?
    klo smpet tlong dikasih ya.., mkasih

    Balas

  16. Posted by Rossi on 13 Januari 2012 at 10:35

    iya nih, cirinya mana?

    Balas

  17. Posted by ayu on 3 Februari 2012 at 20:22

    mau tanyak ciri ciri karya sastra 2000’an nya mn ??

    makasih

    Balas

  18. Posted by Rahasia on 11 Februari 2012 at 17:36

    ciri ciri mane?

    Balas

  19. Posted by Vionna Riandita on 19 Februari 2012 at 19:40

    terimakasih

    Balas

  20. izin copy yh :)
    makasi banyak tugas saya akhirnya keiisi juga :)

    Balas

  21. prbanyak donk,,,materi tentang karia sastra muktahir…mkasih,,,

    Balas

  22. makasi ya ,karena sda dpt mempermuda saya.GBU

    Balas

  23. Posted by donna on 22 Januari 2014 at 20:35

    mana ciri-cirinya angkatan reformasi sama yg angkatan 2000′ an

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: