Arsip untuk November, 2009

Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia

C.Pengertian Masing-masing Jenis Gaya Bahasa dan Contoh Pemakaiannya. Di bawah ini disampaikan pengertian dari jenis-jenis gaya bahasa di atas yang dirumuskan secara bebas oleh peneliti berdasarkan pemahaman yang penulis peroleh dari berbagai sumber: 1.Klimaks, yang disebut juga gradasi, adalah gaya bahsa berupa ekspresi dan pernyataan dalam rincian yang secara periodek makin lama makin meningkat, baik [...]

Continue reading »

Menggunakan kalimat dengan inverse, imbuhan ter-/-kan, ter-/-i, -man, -wan, -wati, -is, isme, kalimat majemuk bertingkat: sehingga, baik, …. Maupun, entah …. Entah, kata asing, kata pungut/serap, yang pada kalimat fokus(penegas).

Kalimat inverse adalah kalimat yang predikatnya diletakkan di depan subjek (kalimat susun balik) karena di sini, predikat tersebut lebih dipentingkan daripada subjek. Misalnya: Menangislah anak itu Sunguh mempesona Sang Diva Baik imbuhan ter–/-kan maupun ter-/-I, keduanya digunakan untuk membentuk kalimat pasif, yang fungsinya dekat dengan di-/-kan dan di–/-u. imbuhan ter-/-kan dan ter-/-I melukiskan suatu tindakan [...]

Continue reading »

Menggunakan Kata yang Mengalami Pergeseran Makna.

Karena perkembangan zaman dan pemakaian bahasa, makna suatu kata bisa mengalami pergeseran. Ada beberapa kemungkinan pergeseran makna kata meluas dan menyempit, citranya menurun atau naik, serta artinya berubah. Semua itu bisa dilihat dalam konteks kalimat dan dibandingkan penggunaannya pada zaman dahulu dan sekarang. Contoh: kata sarjana, dahulu kala berate orang yang berpengetahuan luas, terpelajar, berilmu, [...]

Continue reading »

B.KARYA SASTRA TERPENTING PADA TIAP PERIODE DAN CIRI-CIRI MASING-MASING ANGKATAN

Dalam sejarah sastra Indonesia, karya sastra bisa dibagi berdasarkan periodisasinya. Periodisasi adalah pembagian kronologi perjalanan sastra atas masanya, biasanya berupa dekade-dekade. Pada dekade-dekade tertentu dikenall angkatan-angkatan kesusastraan, misalnya Angkatan Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru, Angkatan ’45, Angkatan ‘66 dan Angkatan 2000. Kedua istilah itu (dekade dan angkatan) bisa digunakan secara bersamaan, bahkan adakalanya angkatan kesusastraan [...]

Continue reading »

WARNA-WARNI PERJALANAN SASTRA INDONESIA

DAFTAR NOVEL INDONESIA MODERN 1920-1990 (DIURUTKAN BERDASARKAN TAHUN PENERBITAN CETAKAN PERTAMA)   1920 1. Merari Siregar, Azab dan Sangsara, Balai Pustaka   1922 1. Marah Rusli, Sitti nurbaya, Balai Pustaka 2. Muhammad Kasim, Muda Teruna, Balai Pustaka 3. Nur Sutan Iskandar, Apa Dayaku karena Aku Perempuan, Balai Pustaka   1924 1. Nur Sutan Iskandar, Korban [...]

Continue reading »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.